Premier League Diminta Bersiap Hadapi Kemungkinan Terburuk Penyebaran Virus Corona

Klub-klub Premier League sudah menerima email panduan menghadapi situasi terburuk penyebaran virus Corona model terbaru.

Diterbitkan 05 Maret 2020, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Premier League 2019/2020 sendiri sudah memasuki pekan ke-29. Liverpool sejauh ini masih berada di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin atau terpaut 22 poin dari rival terdekat, Manchester City.

Sesuai arahan pemerintah, penyelenggara Premier League, telah menyiapkan rencana darurat berdasarkan tiga kategori situasi yang dihadapi. Kategori A yang dideksripsikan sebagai kondisi 'as you are' atau tidak terjadi apa-apa, sedangkan kategori B bakal berlangsung tanpa penonton. Sementara kategori C menjadi langkah terburuk, yakni pembatalan, pengurangan, atau penundaan pertandingan.

Dan jika perdoman ini berubah, klub harus segera melakukan pertemuan para pemegang saham.

Enggan Gegabah Ikuti Negara Lain

Di tengah ancaman virus Corona yang belum juga mereda, pengelola Premier League sudah rutin melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah yang bertanggung jawab terhadap sarana publik serta berbagi pengalaman dengan dokter-dokter klub dalam menangani situasi darurat. 

Saran utama yang disampaikan kepada klub untuk saat ini adalah terkait pencegahan penularan virus Corona. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan di lingkungan stadion dan lokasi latihan. 

Sebagian klub diketahui telah mengambil kebijakan sendiri untuk mengatasi penyebaran virus Corona, termasuk melarang pemain membagikan tanda tangan, selfie, dan bersalaman dengan staf klub. 

Dalam email yang diterima klub juga disebutkan bila ajang olahraga dianggap berpotensi memperluas penularan virus Corona. Namun sampai benar-benar ditemukan bukti yang kuat, pemerintah Inggris tidak ingin gegabah mengikuti langkah negara lain yang membatalkan sejumlah event olahraga. 

"Otoritas kesehatan sendiri tidak melihat olahraga berkontribusi besar dalam menyebarkan virus. Mereka memberi tahu kami bahwa mereka ingin mengacu pada bukti sains dan tidak  mengambil langkah karena dorongan menjadi berita utama tapi lebih kepada pertimbangan dampaknya."

"Dalam pandangan mereka bukti sejauh ini menunjukkan bahwa lokasi utama di mana penularan dalam populasi umum paling mungkin adalah rumah, sekolah dan tempat kerja. Dengan acara olahraga udara terbuka lebih kecil kemungkinannya menjadi masalah daripada, misalnya, pusat perbelanjaan, pub dan restoran," isi tulisan pada email yang diterima klub-klub Premier League. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan