Olimpiade Tokyo 2020 Dihantui Wabah Virus Corona, Ketua KOI: Keselamatan Atlet yang Utama

Menurut Raja Sapta Oktohari, prioritas utama KOI adalah keselamatan atlet dan pelatih menyangkut wabah virus corona yang mengancam pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.

Diterbitkan 26 Februari 2020, 21:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, belum mendapat penjelasan terbaru mengenai status Olimpiade Tokyo 2020. Pesta olahraga multi cabang empat tahunan itu belakangan dikhawatirkan berpotensi batal terlaksana akibat wabah virus corona yang belum teratasi hingga kini. 

Olimpiade Tokyo 2020 rencananya akan berlangsung pada Juli-Agustus mendatang. Namun anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang juga mantan atlet renang, Dick Pound, mengatakan Olimpiade kemungkinan akan dibatalkan jika wabah virus corona terbukti terlalu berbahaya.

Mengenai hal ini, Raja mengaku belum mendapat informasi terbaru dari IOC. Meski demikian, pria yang akrab disapa Okto itu menyatakan akan terus berkomunikasi intensif dengan IOC, serta pihak-pihak terkait di Indonesia. 

IOC berencana mengambil keputusan final tentang Olimpiade Tokyo 2020 pada akhir Mei. Okto mengaku akan terus memantau situasinya hingga keputusan final diambil IOC. 

Menurut Okto, prioritas utama KOI adalah keselamatan atlet dan pelatih. Okto memastikan KOI tidak akan mengambil langkah-langkah yang bisa membahayakan atlet, pelatih, dan ofisial. 

"Olimpiade bukan segala-galanya, bukan satu-satunya event yang harus dikejar. Bagi kami keselamatan atlet yang paling utama. Kalau memang membahayakan (tampil di Olimpiade), tentu tak akan dipaksakan. Tapi, kalau memang penyelenggara bisa mempertanggungjawabkan keamanannya (untuk kesehatan), akan dipertimbangkan," kata Okto, saat dihubungi Bola.com, Rabu (26/2/2020). 

Okto mengatakan beberapa waktu lalu berkomunikasi dengan COO of the Tokyo Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games, Yukihiko Nunomura. 

"Sejauh ini Jepang masih yakin bisa menggelar Olimpiade Tokyo 2020 tepat waktu. Tapi, kami akan terus memantau efek perkembangan wabah virus corona ini terhadap pelaksanaan Olimpiade," tegas Okto. 

 

 

Persiapan Atlet Sudah Terganggu

Penyebaran virus corona kini makin tak terkendali. Ledakan kasus baru terjadi di negara-negara lain seperti Korea Selatan, Iran, hingga Italia. Kewaspadaan tak hanya terjadi di Asia, tapi juga menyebar hingga Eropa. Di Jepang, sejauh ini virus corona telah menewaskan empat orang. Alasan itulah yang membuat IOC serius menyoroti perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Okto mengakui wabah virus corona telah memengaruhi persiapan atlet, termasuk di Indonesia, menghadapi Olimpiade Tokyo. Beberapa agenda kualifikasi menjadi berantakan karena harus ditunda atau dipindah tempat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Faktanya atlet memang sudah terganggu karena wabah virus corona ini. Membuat kalkulasi tentang kualifikasi Olimpiade juga sulit, karena banyak perubahan akibat virus corona, seperti tempat perlombaan yang terpaksa dipindah. Atlet jadi terganggu persiapannya," kata Okto. Okto menegaskan semua cabang olahraga yang memberangkatkan atlet ke luar negeri untuk bertanding harus koordinasi dengan KOI dan Kemenpora. Mereka diminta melaporkan rute perjalanan atlet, supaya bisa mudah melacak riwayat perjalanan tiap atlet. "Lebih baik mencegah daripada mengobati. Selain itu, Kemenpora juga sudah melarang keras atlet-atlet bertanding ke daerah yang ada wabah virus corona," imbuh Okto.

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan