8 Dampak Buruk Kekurangan Lemak, Salah Satunya Cepat Lapar dan Lelah

Jenis lemak yang perlu ditingkatkan porsinya adalah lemak tidak jenuh ganda maupun tunggal. Dampak buruk kekurangan lemak pada tubuh yang pertama adalah mudah merasakan lapar.

Diterbitkan 24 Februari 2020, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tidak semua lemak ternyata bisa mengganggu kesehatan. Bahkan, ada beberapa jenis lemak yang justru paling dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin dan teratur.

Pada kondisi tubuh dengan berat badan ideal dan sehat, porsi lemak yang disarankan dalam satu hari adalah antara 20 hingga 25 persen dari total kalori harian. Jumlah tersebut bisa berubah, karena dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, serta jumlah lemak total dalam tubuh.

Adapun jenis lemak yang perlu ditingkatkan porsinya adalah lemak tidak jenuh ganda maupun tunggal. Sedangkan lemak jenuh dan trans harus benar-benar dibatasi. Tidak disarankan untuk mengonsumsi sumber lemak jenuh dan trans lebih dari 10 persen dari total asupan lemak harian.

Oleh karena itu, fokuskan untuk mengonsumsi jenis lemak sehat yang memang bermanfaat bagi tubuh. Karena kekurangan lemak pada tubuh dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh.

Berikut dampak buruk kekurangan lemak pada tubuh yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber

Jenis dan Fungsi Lemak bagi Tubuh

Lemak Tak Jenuh Tunggal

Jenis lemak ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung, caranya dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Lemak tak jenuh tunggal bisa didapatkan dari buah alpukat, minyak zaitun, kacang hazel, kacang almon, dan jenis kacang-kacangan lainnya.

Lemak Tak Jenuh Ganda

Lemak tak jenuh ganda terdiri atas omega-6 dan omega-3. Jenis lemak ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh Anda.

Beberapa sumber lemak tak jenuh ganda, misalnya ikan salmon, tuna, buah kenari, dan alpukat.

Lemak Trans

Lemak trans termasuk jenis lemak tidak sehat. Hal ini dikarenakan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Konsumsi lemak trans dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke, diabetes, dan gangguan jantung.

Lemak jenis ini banyak ditemukan pada produk olahan dan makanan cepat saji, seperti gorengan, biskuit, donat, burger, dan pizza.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Lemak Jenuh Lemak jenuh lebih baik benar-benar dibatasi atau dihindari. Ini karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Lemak jenis ini biasanya akan berubah menjadi bentuk padat atau membeku di suhu ruangan biasa. Lemak jenuh bisa ditemukan pada mentega, telur, daging merah, susu, keju, atau kulit ayam.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan