Kaleidoskop 2019: 6 Momen Membanggakan Atlet Indonesia

Pebulu tangkis Indonesia kembali mengukir prestasi di level dunia. Salah satunya lewat ganda putra Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan.

Diterbitkan 31 Desember 2019, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Aries Susanti Rahayu

Prestasi membanggakan ditorehkan atlet panjat tebing putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu. Wanita berusia 24 tahun itu merebut medali emas dan membukukan rekor dunia panjat tebing dalam Kejuaraaan International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2019 di Xiamen, China, Oktober lalu.

Di final, Aries mencatat waktu 6,995 detik. Torehan tersebut sekaligus memecahkan rekor dunia di nomor woman speed yang sebelumnya tercatat atas nama Yiling Song dengan waktu 7,101 detik.

Song yang menjadi lawan Aries di final hanya menorehkan waktu 9,032 detik setelah sempat terpeleset di awal lomba. Dia pun harus puas dengan medali perak.

Dikutip dari situs resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia, Aries kini tercatat sebagai atlet pertama yang bisa melewati waktu 7 detik untuk nomor putri di speed world record. Keberhasilan memecahkan rekor dunia memang menjadi target wanita berjuluk Spiderwoman itu.

"Saya bersyukur kepada Allah atas prestasi ini. Saya senang sekali akhirnya bisa pecah rekor. Ini yang saya impikan. Saya persembahkan prestasi ini untuk Indonesia," ucap Aries yang asal Grobogan.

 

 

3. Timnas Indonesia U-19 dan Timnas U-16 lolos ke Piala Asia 2020

Prestasi membanggakan ditorehkan Timnas Indonesia U-19. Skuat asuhan Fakhri Huasini ini lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan yang akan berlangsung 14-31 Oktober tahun depan.

Timnas Indonesia U-19 lolos meyakinkan sebagai juara Grup K dengan rekor tak terkalahkan pada babak kualifikasi. Timnas Indonesia U-19, menang 3-1 atas Timor Leste, menang 4-0 lawan Hong Kong, dan bermain seri 1-1 menghadapi Korea Utara.

Sukses Timnas Indonesia U-19 diikuti juniornya. Timnas Indonesia U-16 lolos putaran final Piala Asia U-16 2020. Skuad asuhan Bima Sakti ini lolos fase penyisihan grup bersama Tiongkok dari Grup G, dengan status sebagai empat negara peraih predikat runner up terbaik.

Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang melaju ke putaran final yang akan berlangsung di Bahrain pada 16 September hingga 3 Oktober 2020 di Bahrain.

 

 

4. Panjat Tebing

Indonesia sukses menjadi juara umum Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2019 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, 6-10 November lalu. Dalam ajang yang diikuti 200 atlet panjat tebing dari 18 negara, Indonesia meraih lima medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Pencapaian itu melebihi target tiga medali emas dari 10 atlet putra dan putri yang diturunkan. Nurul Iqamah menyumbang tiga medali emas dari nomor individual speed, speed relay, serta combine putri. Sementara dua medali emas lainnya direbut Veddriq Leonardo di nomor speed putra dan speed relay putra.

Asisten Manajer Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Asep Rahmat mengatakan hasil ini sesuai ekspektasi dari program yang dicanangkan menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Terutama di nomor combine, yang merupakan nomor Olimpiade, Nurul sukses menjadi juara.

"Alhamdullilah hasil Kejuaraan Asia ini sesuai harapan kami. Meski tanpa Aries Susanti dan Alfian M. Fajri, pemanjat kita bisa mendominasi di Asia. Seperti Nurul, dia berhasil menjadi juara di nomor combine, merupakan nomor Olimpiade," kata Asep.

 

 

5. I Gede Siman Sudartawa

I Gede Siman Sudartawa menyumbang medali emas untuk Indonesia dari cabang olahraga renang pada nomor 50 meter gaya punggung SEA Games 2019 Filipina. Tak hanya itu, Siman juga mencetak rekor baru di ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut.

Siman mencatat waktu 25,12 detik di New Clark Aquatic Centre. Torehan itu melewati rekor waktu tercepat Siman sebelumnya, yakni 25,20 detik di SEA Games 2017 Malaysia

"Ini berkat dukungan pelatih, tim manajer, masseur, sehingga bisa pecah rekor SEA Games," kata Siman.

 

6. Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan

Meski sudah tidak muda lagi, Hendra Setiawan 35 tahun dan Mohammad Ahsan 32 tahun, pasangan ganda putra Indonesia ini belum mau berhenti mengukir prestasi. Hendra / Ahsan mencatat prestasi mengesankan sepanjang 2019.

Hendra /Ahsan sukses menjadi juara All England 2019. Pasangan yang dijuluki The Daddies ini mengalahkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia / Soh Wooi Yik pada laga final di Arena Birmingham dengan skor 11-21, 21-14, dan 21-12.

Hendra / Ahsan kemudian sukses mengawinkan gelar juara All England dengan Kejuaraan Dunia. Hendra / Ahsan menyandang status juara dunia usai mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada laga final lewat permainan tiga game 25-23, 9-21, dan 21-15 di Basel, Swiss.

Hendra / Ahsan kemudian menutup 2019 dengan manis. Hendra / Ahsan menundukkan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada laga final BWF World Tour Finals 2019 dengan skor 24-22 dan 21-19 di Guangzhou, Tiongkok.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan