Pelajaran Fisika di Balik Gol Fantastis Ronaldo ke Gawang Sampdoria

Cristiano Ronaldo mencetak gol fantastis saat Juventus mengalahkan Sampdoria 2-1, Rabu (18/12/2019) atau Kamis dini hari WIB.

Diterbitkan 19 Desember 2019, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bagaimana bisa seperti itu? Apa yang membuat Ronaldo dan Jordan bisa melayang di udara?

Bukan perkara gaib atau kekuatan superhero tentunya. Hukum newton tetang gerak jatuh bebas sangat mempengaruhi gerakan seperti ini. Seperti dilansir scienceabc, gaya gravitasi bumi sebesar 9.81 m/s2 akan menarik Anda ke bawah sesaat setelah kaki meninggalkan tanah.

Fisika di Balik Gol Ronaldo

Dan untuk menghitung waktu melayang atau hang time di udara, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Mulai dari tinggi awal, kecepatan awal saat melakukan lompatan, dan nilai akselerasi saat Anda kembali turun ke bawah. Ini berlaku untuk lompatan yang dilakukan secara vertikal,

Sementara gerakan Cristiano Ronaldo dan Michael Jordan lebih mengarah kepada parabola yang dipengaruhi oleh beberapa faktor tambahan, seperti kecepatan awal dan kemiringan lompatan. 

Dalam gerakan parabola, terdapat tiga teori yang berpengaruh, yakni operasi vektor, gerak jatuh bebas, dan gerak lurus beraturan dan bukan beraturan. Dari ketiga teori ini, kemudian disusun rumus untuk selanjutnya bisa menentukan tinggi maksimum, waktu melayang, hingga jarak maksimum. 

Dari semua teori ini hang time atau waktu melayang dikategorikan sebagai waktu tempuh benda saat meninggalkan tanah hingga mendarat lagi di tanah. Rumusnya: tT = 2 x tp di mana tp dapat dihitung dengan rumus vosinθ)/g. Vo merupakan kecepatan awal saat benda meninggalkan tanah sementara sinθ adalah sudut elevasi. Sedangkan g adalah simbol untuk gravitasi dengan nilai 9.81 m/s2.

Sebagai contoh. Jika seorang pemain melompat dengan kecepatan 6,5 m/detik dengan sudut elevasi sebesar 67,4 derajat dan gaya gravitasi bumi dibulatkan menjadi 10 m/detik kuadrat maka waktu hang time atau melayang di udara bisa dengan menggunakan rumus di atas, yakni sebesar 1,2 detik.

Dari contoh di atas berarti bisa diketahui vo=6,5 m/detik, θ = 67,4 derajat, dan g=10m/detik kuadrat. Bila dimasukkan ke dalam rumus tadi maka akan seperti ini: tT = 2 x (6,5) sin 67,4/10 = 1,2 detik.  

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan