3 Kiper Terburuk di Liga Inggris, Salah Satunya Pernah Bermain di MU

Liga Inggris telah melahirkan beberapa kiper yang luar biasa. Tapi, ada juga beberapa penjaga gawang yang terburuk dalam sejarah kompetisi ini

Diterbitkan 30 November 2019, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mantan manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, pernah menyatakan bahwa seorang penjaga gawang yang hebat bernilai 15 poin. Fans MU mungkin akan setuju jika penilaiaan tersebut ditujukan pada kiper legendaris Peter Schmeichel, yang sudah lama malang melintang di Liga Inggris.

Hal ini belum berubah sejak zaman Ferguson. Dan, hari ini kiper Liverpool dan MU Ederson, Alisson Becker dan David de Gea tampil jadi bintang tim mereka masing-masing di Liga Inggris.

Bahkan, secara umum keduanya dianggap sebagai penjaga gawang terbaik yang pernah menghiasi divisi teratas Inggris. Penampilan mereka kerap mengundang decak kagum pecinta sepakbola.

Liga Inggris telah melihat beberapa kiper yang luar biasa - tetapi juga melihat beberapa yang mengerikan, salah satunya bisa dikatakan bermain di musim saat ini. Berikut ada 3 kiper terburuk dalam sejarah Liga Inggris.

Massimo Taibi

Ketika Peter Schmeichel yang disebutkan sebelumnya meninggalkan MU pada tahun 1999, Setan Merah butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan pengganti kiper asal Denmark itu. Sampai akhirnya datang Edwin Van Der Sar pada tahun 2005.

Kemudian Taibi menandatangani kontrak dengan United pada 1999 dari Venesia dengan bayaran 4,5 juta poundsterling. Dan ia langsung bertugas karena dua penjaga Setan Merah lainnya - Mark Bosnich dan Raimond van der Gouw - keduanya cedera.

Lonceng alarm seharusnya sudah berbunyi ketika melakukan debutnya melawan Liverpool - yang memungkinkan Sami mencetak gol. Tapi, Taibi kemudian melakukan beberapa penyelamatan yang bagus dan MU memenangkan pertandingan 3-2, sehingga dia sebenarnya layak dianugerahi Man of the Match.

Dua minggu kemudian dia membuat kesalahan besar sepanjang masa dengan bermain imbang 3-3 dengan Southampton. Tendangan lemah Matt Le Tissier entah bagaimana menggeliat di bawah tubuhnya dan masuk ke gawang.

Alex Ferguson memutuskan untuk tetap percaya pada Taibi - tetapi hanya untuk satu pertandingan lagi, karena ia kebobolan 5 gol dalam kekalahan yang mengerikan dari Chelsea.

Pemain Italia yang rawan kesalahan mendapatkan julukan "The Blind Venetian" dari para penggemar Setan Merah karena kesalahannya, dan setelah empat pertandingan pertamanya, kariernya di United berakhir. Dua bulan kemudian dia kembali ke Italia dengan peminjaman bersama Reggina, dan menjadikan pemindahan itu permanen pada musim panas 2000.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Fraser Digby masuk dalam daftar ini setelah timnya, Swindon Town, membuat catatan mengerikan di Liga Inggris musim 1993/94. Tapi bagaimana Anda bisa berdebat dengan rekor gol yang kebobolan seburuk yang dialami Digby? Mantan pemain magang MU - yang kemudian menjadi legenda Swindon setelah membuat 420 penampilan untuk mereka antara tahun 1986 dan 1998 - diekspos dengan menyakitkan di level Liga Ingris. Ia melakukan 65 gol konyol dalam 28 penampilan - rata-rata 2,3 gol kebobolan per game. Memang benar bahwa pertahanan Swindon pada umumnya buruk, tetapi cara gol-gol Digby - 7 untuk Newcastle United, 4 untuk Arsenal, 5 untuk Liverpool dan 5 untuk Southampton - tetap mengkhawatirkan.

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan