Hadiah Cair Lebih Cepat, Finalis Berharap Piala Presiden Basket 2019 Rutin Digelar

Satria Muda keluar sebagai juara Piala Presiden Basket 2019 usai mengalahkan Amartha Hangtuah.

Diterbitkan 26 November 2019, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Saya mohon maaf jika pembayaran hadiah pemenang tidak sesuai waktu yang dijanjikan. Awalnya kami menjanjikan tiga hari, tapi pelaksanaannya hadiah sudah diterima masing-masing pemenang lebih cepat satu hari dari janji kami,” seloroh Maruarar, terkait pemberian hadiah bagi para pemenang.

Presiden RI, Joko Widodo, mengalungkan medali kepada atlet taekwondo, Defia Rosmaniar, pada Asian Games 2018 di JCC, Jakarta, Minggu (19/8/2018). Defia menang dengan skor 8.690-8.470 atas wakil Iran Salahshouri Marjan. (Bola.com/Peksi Cahyo)

“Kami ingin mencontoh bagaimana Presiden Jokowi dan pak Erick Thohir ketika mengapresiasi bonus kepada para atlet berprestasi di Asian Games 2018. Bonus sudah sampai kepada atlet disaat keringat mereka belum kering. Itu contoh yang kami coba jalankan juga,” lanjut pria yang disapa Ara tersebut.

p>

Jan Ethes Jadi Primadona

Meski baru kali pertama digelar, aminimo Piala Presiden Basket 2019 sangat tinggi. Apalagi ketika laga final berlangsung di GOR Sritex, Solo, Sabtu (24/11/2019). Selain dipadati penonton, turut hadir juga tamu spesial yaitu cucu pertama Presiden Jokowi, Jan Ethes Srinarendra dan sang ayah Gibran Rakabuming Raka. 

Jan Ethes menambah meriah laga final tersebut. Cucu Presiden Jokowi berusia tiga tahun itu menjadi rebutan penonton dan masyarakat sekitar untuk selfie atau berfoto bersama. Sampai-samapai, untuk meninggalkan GOR Sritex butuh usaha dan waktu tak sedikit. 

“Kami sangat bersyukur penyelenggaraan turnamen Piala Presiden Basket 2019 berjalan dengan baik dan sukses. Terimakasih kepada masyarakat Solo, yang telah menyambut kami dengan sangat hangat. Terimakasih kepada para sponsor atas dukungan dan kepercayaan kepada kami,” papar Ketua Organizing Committee (OC), Cahyadi Wanda. 

Penyelengaraan Piala Presiden Basket 2019, tak berbeda dengan perhelatan Piala Presiden sepak bola yang sudah berlangsung selama empat edisi. Yaitu tak sama sekali menggunakan uang negara dan menggandeng lembaga audit berkredibilitas Pricewaterhouse Coopers (PwC).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan