Sukses

Jose Mourinho dan Gairah Baru Tottenham Hotspur

Liputan6.com, London - Jose Mourinho kembali ke Liga Inggris. Kabar ini mengejutkan sekaligus menggembirakan. Kehadiran Mou bakal memberikan warna baru bagi Liga Inggris yang belakangan senyap.

Setelah hampir setahun menganggu usai dipecat dari Manchester United (MU), Mourinho akhirnya menemukan pelabuhan baru. Klub Tottenham Hotspur secara mengejutkan menunjuk The Special One menggantikan posisi Mouricio Pochettino yang baru dipecat. 

Pochettino mengakhiri kiprahnya di Spurs yang sudah berjalan sejak 2016 lalu. Pelatih asal Argentina itu dianggap tidak becus dan gagal mengangkat performa Spurs pada musim ini. Padahal kontrak Pochettino bersama Tottenham seharusnya masih tersisa 3,5 tahun lagi.  

Pemecatan Pochettino sebenarnya sudah lama mengemuka. Bahkan setelah tim yang bermarkas di White Hart Lane itu gagal merebut gelar Liga Champions musim lalu.

Sejak saat itu, posisi Pochettino sudah beberapa kali digoyang. Desakan kembali mengemuka setelah musim ini Spurs berjalan terseok-seok di ajang Premier League. Tim asal London Utara itu tercecer di urutan ke-14 dan baru 3 kali menang dalam 12 laga. 

"Kami ingin mengumumkan penunjukkan Jose Mourinho sebagai pelatih kepala hingga musim 2022-2023," demikian pernyataan resmi Tottenham, Rabu (20/11/2019).

"Dengan Jose kami memiliki salah satu manajer paling sukses di sepakbola. Dia memiliki banyak pengalaman, dapat menginspirasi tim dan merupakan ahli taktik yang hebat. Dia telah memenangkan banyak penghargaan di setiap klub yang dia latih. Kami percaya ia akan membawa energi dan kepercayaan ke ruang ganti," ujar bos Tottenham Daniel Levy.

Nama Jose Mourinho memang tidak perlu diragukan lagi. Pria berusia 56 tahun itu merupakan salah seorang pelatih sepak bola terbaik di dunia.

Tidak percaya? Lihat saja sederet prestasi yang pernah diukir mantan pelatih FC Porto itu bersama klub-klub yang pernah dibelanya. 

Bila dikumpulkan, totalnya sampai sudah mencapai 25 trofi. Prestasi terbaiknya tentu saja saat membawa Inter Milan meraih treble winner pada musim 2009/10 lalu. Sedangkan di Liga Inggris, Mourinho tiga gelar bersama Chelsea (2004/05, 2005/06, dan 2014/15).

 

2 dari 4 halaman

Jilat Ludah Sendiri

Sejak diberhentikan MU pada Desember lalu, Mourinho memang belum menemukan klub baru. Hanya saja, berlabuh ke Tottenham Hotspur sangat sulit dipercaya. Sebab sebelumnya, The Special One pernah menolak mentah-mentah tawaran Spurs pada tahun 2007 lalu. 

Saat itu, Mourinho bahkan mengatakan tidak akan pernah melatih tim London Utara itu. Mourinho beralasan, dia tidak ingin menyakiti hati Chelsea yang juga berasal dari London. 

"Saya sangat senang bergabung dengan tim yang punya warisan luar biasa dan suporter yang fanatik," kata Mourinho dalam sambutannya, seperti dilansir situs resmi Tottenham.

"Kualitas skuat utama dan akademi klub juga membuat saya antusias," bebernya. 

Spurs mengontrak Mourinho hingga 2023 mendatang. Kabarnya, mantan pelatih Real Madrid itu menerima upah sebesar 11 juta pound sterling per musimnya. Meski tergolong angka fantastis, ternyata jumlah ini menurun sekitar 30 persen dari gaji sebelunnya di MU. 

Namun hal ini sepertinya bukan masalah bagi Mourinho. Sebab dia sudah terlalu lama menganggur sejak ditendang MU. Setidaknya saat ini, Mourinho punya pekerjaan tetap.  

 

3 dari 4 halaman

Tantangan Mourinho

Memiliki segudang pengalaman, menangani Spurs tetaplah bukan pekerjaan mudah bagi Mourinho. Apalagi, manajemen kabarnya tidak punya budget untuk belanja pemain baru. Artinya, The Special One harus berjuang dengan amunisi Spurs yang tersedia saat ini.  

Maklum saja, pengeluaran Tottenham sudah banyak. Seperti diketahui, Spurs baru saja membangun stadion dengan biaya tak murah yakni mencapai satu miliar pound sterling.

Selain itu pada bursa transfer musim panas lalu, Spurs juga menghabiskan dana hingga 90 juta pound sterling. Spurs juga kini terbeban dengan beban gaji Mourinho yang fantastis. 

Sitauasi ini tentu memberi tantangan baru bagi Mourinho. Apalagi selama ini, Mourinho dikenal gemar membeli amunisi baru. The Special One lebih tertarik mendatangkan pemain berpengalaman ketimbang memaksimalkan talenta-talenta muda yang ada. 

Sebenarnya banyak tugas yang harus diselesaikan Mourinho di Tottenham. Namun yang paling utama tentunya mengangkat tim London itu di papan klasemen Liga Inggris. Tugas lain yang tak kalah berat adalah mempertahankan pemain bintang tidak dibajak orang. 

Dan bila memang memungkinkan, Mourinho diminta memulangkan Gareth Bale ke Spurs. 

"Apa yang bisa saya janjikan? Gairah, gairah yang sebenarnya. Gairah untuk pekerjaan saya, juga gairah untuk klub. Itulah yang selalu saya kerjakan selama ini, mencoba bikin klub bahagia," kata Jose Mourinho seperti dikutip Spurs TV. "Di Liga Inggris, kita tahu di mana kami dan seharusnya tidak ada di sana. Kami harus fokus di setiap laga dan kami harus memenangkan laga pekan ini, itu juga berlaku untuk laga berikut dan berikutnya."

 

 

4 dari 4 halaman

Bertemu MU

Mourinho sebenarnya tidak perlu khawatir. Sebab dia mewarisi skuat yang boleh dikatakan masih kompetitif di level domestik hingga Eropa. Spurs seperti diketahui selalu konsisten finis di empat besar Premier League dalam empat musim terakhir. Sementara di ajang Liga Champions, Spurs musim lalu mampu menembus babak final. Sayang, Harry Kane dan kawan-kawan gagal membawa pulang trofi setelah menelan kekalahan 0-2 dari Liverpool 

Bergabungnya Mourinho ke Tottenham Hotspur bakal membuat Liga Inggris lebih berwana. Dua laga yang paling ditunggu-tunggu tentunya, reuni Mourinho dengan Chelsea dan MU. 

Saat menangani MU, Mourinho sebenarnya sudah berulang kali bertemu The Blues. Namun Mou belum sekalipun bertemu dengan Setan Merah sejak meninggalkan Old Trafford.

Kebetulan, Spurs juga belum bertemu MU pada musim 2019/2020. Kedua tim baru bertemu pada 5 Desember mendatang. Duel semakin menarik karena berlangsung di markas lawan. 

Berikut ini jadwal 5 pertandingan terdekat Spurs:

Sabtu 23 November 2019

19.30 WIB, West Ham United vs Tottenham Hotspur (tandang)

Rabu 27 November 2019

03.00 WIB, Tottenham Hotspur vs Olympiakos Piraeus (kandang)

Sabtu 30 November 2019

22.00 WIB, Tottenham Hotspur vs AFC Bournemouth (kandang)

Kamis 5 Desember 2019

02.30 WIB, Manchester United vs Tottenham Hotspur (tandang)

Sabtu 7 Desember 2019

22.00 WIB, Tottenham Hotspur vs Burnley (kandang)

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Christian Eriksen
Artikel Selanjutnya
3 Alasan Jose Mourinho Bakal Sulit Bawa Tottenham Hotspur Kembali Impresif