9 Rekor Liga Inggris Ini Tersulit untuk Dipecahkan, Salah Satunya Rivalitas MU dan City

Berikut ini terdapat sembilan rekor di Liga Inggris yang dinilai sangat sulit untuk dipecahkan sekarang karena faktor tertentu.

Diterbitkan 28 Oktober 2019, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tim terburuk setelah Derby County adalah Huddersfield pada musim lalu. Namun, saat itu mereka masih bisa mengantongi 16 poin.

Pada musim yang sangat buruk itu, Derby juga sangat buruk dalam urusan mencetak gol, yaitu cuma melesakkan 20 gol dalam 38 laga.

3. Poin Terendah Saat Menjadi Juara Premier League

(75 poin - Manchester United pada 1996-1997)

Pada musim 1996-1997, Manchester United menjuarai Premier League hanya dengan mengoleksi 75 poin. Musim lalu, 97 poin tak cukup bagi Liverpool mengangkat trofi Premier League. 

Meningkatnya kekayaan klub-klub Premier League membuat 6 tim terbesar Premier League lebih dominan atas klub-klub lain. Klub-klub besar lebih mudah mendulang poin. 

Rata-rata, butuh 86,9 poin untuk menjuarai Premier League. Tapi, dalam tiga musim terakhir tim juara masing-masing mengantongi 98 poin, 100 poin, dan 93 poin. 

 

4. Jumlah Pertandingan Tak Terkalahkan Beruntun Terbanyak

(49 laga- Arsenal - 7 Mei 2003 hingga 24 Oktober 2004)

Rekor tak terkalahkan Arsenal pada musim 2003-2004 masih menjadi legenda, dan belum ada tanda-tanda bakal patah. Skuat The Gunners pada saat itu dijuluki Invicibles. 

Namun, sebenarnya Arsenal tak hanya tak terkalahkan pada musim itu saja. Total, mereka tak tersentuh kekalahan dalam 49 laga beruntun, dimulai pada Mei 2003 dan berakhir pada 24 Oktober tahun berikutnya. Rentetan tak terkalahkan Arsenal saat itu dihentikan Manchester United.

Posisi kedua untuk rekor ini ditempati Chelsea, yang 40 laga beruntun tak kalah di era Jose Mourinho.  

 

5. Jumlah Penonton Terendah

(3.039 orang - Wimbledon 1–3 Everton - Selhurst Park, 26 Januari 1993)

Rekor ini kemungkinan tak akan pernah dipecahkan. Bayangkan, hanya 3.039 penonton yang datang ke Selhust Park saat Wimbledon menjamu Everton pada Januari 1993.  

Angka penonton itu yang terendah dalam sebuah pertandingan di era Premier League. Melihat makin meroketnya Premier League saat ini, tampaknya akan sulit mendapati sebuah pertandingan hanya mampu menarik penonton yang sangat sedikit seperti itu. 

 

6. Pemain Tertua

(John Burridge - 43 tahun dan 162 hari bermain untuk Manchester City Vs QPR, 14 Mei 995)

Kiper John Burridge berusia 43 tahun ketika diturunkan untuk Manchester City menghadapi Queens Park Rangers pada akhir musim Premier League 1994-1995.

Pemain seperti Mark Schwartzer, Alec Chamberlain, dan Brad Friedel hampir mendekati pencapaian Burridge, tapi gagal.

Musim ini, pemain tertua yang masih dimainkan adalah Phil Jagielka yang berusia 37 tahun. Rekor Burridge tampaknya akan sulit dipatahkan. 

 

7. Gol Tercepat

(7,69 detik- Shane Long untuk Southampton Vs Watford , 23 April 2019)

Shane Long mampu membobol jala lawan ketika pertandingan baru berjalan 7,69 detik saat Southampton menghadapi Watford pada akhir musim lalu. Sangat sulit membayangkan gol bisa lahir secepat itu. 

Rekor sebelumnya dipegang Ledley King pada 2000, dengan catatan 9,9 detik. Setelah 19 tahun rekor tersebut baru pecah. 

Gol Long juga yang tercepat di empat liga terbesar di Eropa, yaitu Premier League, La Liga, Serie A, dan Bundesliga. 

 

8. Hattrick Tercepat di Premier League

(2 menit 56 detik - Sadio Mané untuk Southampton vs Aston Villa, 16 Mei 2015)

Sadio Mane membuat Aston Villa tak berkutik pada Mei 2015. Dia hanya butuh kurang dari tiga menit untuk mencetak hattrick bagi Southampton. 

Mane memecahkan rekor yang telah bertahan selama 20 tahun. Sebelumnya rekor hattrick tercepat dipegang Robbie Fowler, yaitu 4 menit 33 detik. 

 

 

9. Jumlah Musim Terbanyak dalam Mencetak Gol

(21 - Ryan Giggs - 1992-1993 hingga 2012-2113)

Ryan Giggs menikmati karier gemilang sejak masih remaja hingga pensiun dari lapangan hijau pada musim 2012-2013. Dia hanya memperkuat satu klub, Manchester United, dan selalu mencetak gol dalam 21 musim beruntun di Premier League. 

Dengan kondisi saat ini dan pemain-pemain mudah berpindah klub, rasanya sulit melihat rekor Gigss bakal dipatahkan.  

Disadur dari Bola.com (Yus Mei Sawitri/Yus Mei Sawitri, published 28/10/2019)

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan