Roberto Carlos Ungkap Sisi Gelap Real Madrid Era Los Galacticos

Para pemain bintang di Real Madrid seperti raja yang bebas melakukan apa saja, termasuk memecat pelatih.

Diterbitkan 11 Oktober 2019, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Dia datang dan menyapa para pemain tanpa senyuman lalu berkata, latihan akan dimulai pukuk 07.00 pagi ketika kami biasa latihan 10.30. Kami sudah mencoba mengatakan kalau kami sudah terbaisa dengan jadwal yang ada, tapi dia mengabaikan itu," kata Carlos.

Anggur dan Bir

Nasib yang sama juga dialami oleh Vanderlei Luxemburgo. Pelatih asal Brasil itu juga harus angkat kaki dari Santiago Bernabeu karena mencoba mengekang kebebasan para pemain. 

"Hampir sama. Pada pertandingan kedua liga, kami biasa meninggalkan barang-barang di ruangan dan sebelum makan malam kami bisa minum anggur atau bir. Saya masih ingat percakapan dengan Ronaldo saat kami mengatakan kepadanya: Tuan, orang-orang di sini punya beberapa kebiasaan, jangan coba mengubah itu. Jangan ambil anggur dan bir dari kami, sebab itu akan membuatnya berada dalam bahaya," kenang Roberto Carlos. 

"Dia mengabaikan kami dan dia melarang anggur ataupun bir ada di meja makan pada pekan berikutnya. Setelah itu, dia hanya bertahan tiga bulan," beber mantan bek kiri itu. 

Mengerti Pemain

Vicente del Bosque sepertinya paham dengan kondisi Real Madrid. Sebab saat pelatih asal Spanyol itu tiba di Santiago Bernabeu, para pemain bisa menerimanya dengan baik. Tidak seperti Camacho dan Luxemburgo del Bosque sama sekali tidak mengekang pemainnya. 

"Dia itu seperti teman saja. Ketika Anda jadi pemain, Anda tidak butuh aturan. Pemain tahu apa yang perlu dilakukan dan dia sangat mengerti itu. Dia biasa menggelar sesi latihan pada Minggu dan Selasa pukul 17.00 karena dia tahu tidak akan ada yang muncul puku 11.00."

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan