Sederet Alasan Pelatih RB Leipzig Pantas Gantikan Solskjaer di Manchester United

Ole Gunnar Solksjaer sedang terancam posisinya karena performa buruk Manchester United. Saat ini Manchester United terpuruk di posisi ke-13 klasemen sementara Premier League.

Diterbitkan 09 Oktober 2019, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Manchester- Ole Gunnar Solskjaer sedang menghitung harinya di Manchester United.  Kariernya terancam berakhir lebih cepat karena performa buruk Manchester United pada Premier League 2019-2020.

Prestasi melempem Manchester United menjadi acuan banyak pihak guna menebak nasib Sang Baby Faced Assassin tersebut.

Saat ini, Manchester United berada di posisi ke-12 klasemen sementara Premier League 2019-2020. Koleksi angka Setan Merah hanya berselisih dua poin dari batas tim yang ada di zona degradasi, Everton.

Walhasil, rumors beredar, Ole Gunnar Solskjaer bakal mengalami nasib seperti Marco Giampaolo, yang baru saja dipecat AC Milan. Desas-desus terkait siapa calon pengganti Ole mulai bermunculan. Satu di antara yang menguat adalah Julian Nagelsmann.

Bild.de, Selasa (8/10/2019) merilis, manajemen Manchester United sudah mulai menjajaki kemungkinan 'membajak' Julian Nagelsmann dari Leipzig. Maklum, kontrak pelatih berusia 32 tahun tersebut bersama klub Bundesliga ini masih tersisa empat tahun lagi.

Artinya, jika Manchester United ingin membawa Julian Nagelsmann ke Old Trafford, ada beberapa opsi kompensasi yang harus dibayar kubu Setan Merah. Namun, sepertinya hal itu bukan masalah jika kans memboyong Julian Nagelsmann terbuka lebar.

 

Nama Menanjak

Sosok Julian Nagelsmann mulai menanjak sejak menangani Hoffenheim pada awal 2016-2017. Bukan perjuangan mudah bisa menjadi pelatih profesional pada usia 28 tahun, status yang membuatnya menjadi pelatih termuda sepanjang sejarah Bundesliga.

Sebelum memutuskan beralih menjadi pelatih, Julian Nagelsmann punya latar belakang sebagia bek tengah. Sayang, bekal postur 190 cm tak membuatnya sukses. Ganjalan cedera membuat karier profesional sebagai pemain hanya berlangsung tiga tahun, dan tak pernah bermain pada dua tim yang menjadi fondasi kariernya; 1860 Munich II dan FC Augsburg II.

Keputusan berkarier sebagai pelatih menjadi lompatan tepat. Nama Julian berkibar setelah membawa tim junior Hoffenheim menjadi jawara Bundesliga 2013-2014. Sejak itu, ia naik pangkat menjadi asisten pelatih tim utama Hoffenheim.

Tak butuh lama, pada 2016-2017, ia resmi menjadi der trainer Hoffenheim. Sepanjang berada di Wirsol Rhein-Neckar-Arena, markas Hoffenheim, ia meneruskan kiprah mengejutkan tim berjuluk Die Kraichgauer tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sukses berada di sana, Leipzig merekrut Julian Nagelsmann sebagai pelatih. Bukan tanpa sebab jika Leipzig memilih pelatih kelahiran Landsberg am Lech ini. Faktor pengalaman mungkin bukan yang utama, melainkan corak permainan agresif yang menjadi magnet terpenting.

Halaman
Show All
Nurfahmi Budi, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan