Pengprov Perbasi DKI Berharap Munas Berjalan Sportif

Perbasi akan menggelar Munas akhir Oktober ini di Jakarta. Salah satu agendanya memilih ketua umum baru.

OlehThomas
Diterbitkan 05 Oktober 2019, 12:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta pada 23-25 Oktober 2019. Di Munas tersebut akan diadakan pemilihan ketua umum Perbasi masa bakti 2019-2023.

Tim penjaringan sudah menentukan persyaratan siapa saja yang ingin memimpin organisasi olahraga asal Amerika Serikat tersebut dengan 8 persyaratan. Salah satu syarat menjadu bakal calon ketua umum adalah wajib mendapat dukungan minimal 15 pengprov yang masa bhaktinya masih aktif.

Ketua umum Pengprov Perbasi DKI Jakarta, Yos Paguno menanggapi terkait persyaratan poin ke-8 tersebut. Dia mempertanyakan dasar pertimbangan dari tim penjaringan yang mewajibkan bakal calon harus memiliki surat dukungan dari minimal dari 15 pengprov.

Padahal, sambungnya, pada AD/ART disebutkan kalau Pengprov hingga Pengkab/Pengkot adalah merupakan peserta munas yang masing-masing memiliki hak 1 suara yang sama.

"Jadi yang kami pertanyakan kenapa pertimbangannya hanya harus didukung 15 pengprov Perbasi. Kalau pengprov kan hanya ada 34," ujar Yos.

Selain itu, Yos juga mempertanyakan penilaian aktif tersebut seperti apa. "Katakanlah dari 34 pengprov Perbasi misalnya yang aktif nanti dinilai tidak sampai 30. Berarti kan hanya ada satu yang mumpuni untuk maju sebagai calon," lanjut Yos.

Dengan adanya persyaratan minimal dukungan 15 pengprov tersebut sangat memungkinkan adanya aklamasi. Namun, Yos menyebut tidak menduga ke arah sana. "Kami hanya ingin tahu pertimbangannya apa. Karena di munas nanti voters punya hak yang sama," ucapnya.

Menurut Yos, jika persyaratan yang dibuat agak memberatkan, pihaknya menilai penyelenggaraan munas yang poin utamanya pemilihan ketum nantinya agak sia-sia dan bisa menyebabkan peserta munas yang hadir kemungkinan tidak dapat memberikan hak suaranya untuk memilih calon alternatif lainnya kalo hanya 1 calon ketua umum saja, padahal pada munas sebelumya peserta yang hadir dan memiliki hak suara sekitar ada 300 peserta dari Pengprov dan Pengkot/Pengkab Perbasi. "Tapi kami lihat saja. Pada prinsipnya kami mendukung munas yang akan diselenggarakan ini," katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sejauh ini, sambungnya, dari informasi yang beredar, baru sang incumbent Danny Kosasih yang akan mencalonkan diri sebagai ketum. Pihaknya menginginkan munas dilakukan secara sportif guna mendapatkan ketum yang memiliki kompetensi mumpuni. "Kami ingin munas bisa berjalan baik dan legitimate. Dimana dalam hari H nya tidak ada masalah apapun karena sudah sesuai dan tidak melanggar AD/ART yang ada di Perbasi," ucap Yos.

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan