Penghentian Audisi Umum PB Djarum Bakal Ganggu Pencarian Bibit Pemain

Legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti menyayangkan penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum mulai 2020.

Diterbitkan 08 September 2019, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Beberapa legenda bulu tangkis lain juga berasal dari klub PB Djarum, seperti Susy Susanti, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan Mohammad Ahsan.

"Alasannya katanya ada unsur eksploitasi anak oleh industri rokok dalam audisi umum. Jadi Kevin Sanjaya itu hasil eksploitasi anak? Saya hanya berharap semua pihak mau mendalami dengan benar-benar kasus ini, jangan hanya menduga-duga. Coba datang ke audisi, tanya anak-anak atau keluarganya, apakah mereka merasa diekploitasi? Apakah mereka merasa dimatikan mimpinya atau malah dibantu meraih impian?" urai Susy.

"Saya melihat sendiri anak-anak yang ikut audisi bersemangat karena ingin menjadi seperti Kevin, Liliyana, Tontowi, Ahsan, atau saya. Jika bisa berprestasi kan bisa mengangkat nama keluarga, secara ekonomi juga, serta bisa mengharumkan nama bangsa," imbuh peraih medali emas Olimpiade Barcelona tersebut.

Susy Susanti berharap semua pihak baik pemerintah, pihak swasta, pelaku bulu tangkis, dan masyarakat bahu membahu dan bergandengan tangan demi bulu tangkis Indonesia, bukan sebaliknya. Apalagi, selama ini bulu tangkis menjadi cabang olahraga andalan Indonesia untuk berprestasi di kancah dunia.

Akar Masalah

Polemik soal Audisi Beasiswa Bulutangkis mencuat pada pertengahan 2019. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memprotes kegiatan tersebut karena menganggap ada unsur eksploitasi anak oleh industri rokok. 

Salah satu indikasi yang disoroti KPAI adalah kaus bertuliskan "Djarum Badminton Club" yang dikenakan para peserta audisi. Kedua belah pihak sudah pernah bertemu membahas hal tersebut. 

KPAI meminta nama audisi tersebut harus diubah dan tak lagi mengandung unsur Djarum. PB Djarum menolak tudingan tersebut. Mereka menyatakan PB Djarum dan Djarum yang merupakan produsen rokok adalah dua identitas berbeda. Begitu juga dengan Djarum Foundation yang membawahi audisi tersebut.

 

Disadur dari: Bola.com

(Penulis: Yus Mei/Editor: Benediktus Gerendo Pradigdo, published 8/9/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan