Sukses

Kuartet Maut Icardi-Neymar-Cavani-Mbappe Bawa PSG Juara Liga Champions?

Liputan6.com, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) menambah amunisi dengan meminjam Mauro Icardi dari Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2019. Sudah punya Neymar, Edinson Cavani, dan Kylian Mbappe, raksasa Prancis tersebut berharap dapat mewujudkan misi meraih trofi Liga Champions.

Statistik menunjukkan ketajaman kuartet tersebut. PSG kini mengandalkan empat pemain yang mencetak 124 gol pada musim lalu. "PSG bisa mengklaim memiliki lini depan paling menakutkan di Eropa," tulis Daily Mail.

Keputusan PSG mendatangkan Icardi sebelumnya terasa mubazir. Sebab, selain keberadaan Neymar, Cavani, dan Mbappe, Angel Di Maria serta Julian Draxler juga bisa diharapkan dalam menjebol gawang lawan. Belum lagi jika mempertimbangkan karakter Icardi yang kerap menciptakan masalah di luar lapangan semasa membela Inter Milan.

Namun, peminjaman Icardi menjadi masuk akal jika melihat kondisi saat ini dan mengantisipasi skenario terburuk. Neymar dalam proses pemulihan dari cedera yang diderita musim lalu. Dia belum tampil pada 2019/2020.

Striker berusia 27 tahun ini juga sedang tidak betah di Parc des Princes dan berusaha kembali ke Barcelona sepanjang musim panas lalu.

Tidak kalah penting, Neymar kerap cedera di periode krusial. Dia terkapar saat PSG melakoni babak 16 besar Liga Champions dalam dua musim terakhir. Absennya Neymar pun memupus ambisi Les Parisiens yang berambisi bertakhta di Eropa sejak dikuasai Qatar Sports Investments pada 2011.

Di sisi lain, Cavani dan Mbappe tengah menjalani perawatan dan diperkirakan baru pulih akhir bulan ini. Tanpa ketiganya, pelatih Thomas Tuchel terpaksa mengandalkan eks striker Stoke City Jean-Eric Maxim Choupo-Moting pada beberapa laga teranyar.

Dengan Icardi, setidaknya PSG memiliki jaminan tidak kekurangan penyerang berkualitas. "Saya seorang striker, saya suka mencetak gol. Menjadi luar biasa bermain di lini depan bersama penyerang luar biasa yang ada di skuat PSG," kata Icardi.

2 dari 3 halaman

Klub Eropa Lain

Kegemaran klub membentuk lini depan menakutkan muncul menyusul kesuksesan Barcelona. El Azulgrana berkali-kali meregenerasi lini depan lewat kehadiran nama-nama seperti Ronaldinho, Samuel Eto'o, Zlatan Ibrahimovic, David Villa, Alexis Sanchez, Lionel Messi, Pedro Rodriguez, Luis Suarez, dan Neymar. Kini Barcelona punya Messi, Suarez, Ousmane Dembele, dan pemain anyar Antoine Griezmann.

Real Madrid pernah memiliki Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale. Kini Los Blancos bertumpu pada Benzema, Bale, serta Eden Hazard.

Sementara trio teranyar yang tengah disorot adalah kebanggaan Liverpool. Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino membantu klub memenangkan Liga Champions musim lalu.

Atletico Madrid mengandalkan Diego Costa, Alvaro Morata, dan Joao Felix. Manchester City bertumpu pada Sergio Aguero, Raheem Sterling, dan Gabriel Jesus.

Bayern Munchen mendatangkan Philippe Coutinho dan Ivan Perisic untuk mendukung Robert Lewandowski, Thomas Muller, dan Serge Gnabry. Sementara meski melepas Icardi, Inter Milan menggaet Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez demi membentuk trisula bersama Lautaro Martinez.

3 dari 3 halaman

Baru Sebatas Teori

Teori menunjukkan PSG memiliki lini depan terbaik. Namun, hanya waktu yang bisa membuktikan apakah kuartet Neymar, Cavani, Mbappe, dan Icardi bakal membawa kejayaan.

Yang jelas, Tuchel harus memutar otak untuk mengakomodasi mereka. Sulit membayangkan PSG bakal langsung menurunkan keempatnya. Kalau memaksa, keseimbangan tim berpotensi terganggu.

Jika menerapkan rotasi, Tuchel harus mencari cara agar seluruh anak asuhnya bahagia meski dicadangkan. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Kalahkan Real Madrid Tanpa Neymar, Mbappe dan Cavani, Pelatih PSG Malah Senang
Artikel Selanjutnya
6 Fakta Menarik Kekalahan Memalukan Real Madrid dari PSG