Abro Fernandes Siap Kejutkan Malaysia di ONE Championship: Masters of Destiny

Abro Fernandes akan menghadapi atlet MMA asal India, Gurdarshan Mingat pada ONE Championship: Masters of Destiny 12 Juli mendatang di Kuala Lumpur Malaysia.

Diterbitkan 05 Juli 2019, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Atlet mixed martial arts (MMA) asal Indonesia, Abro “Black Komodo” Fernandes, saat ini memiliki kepercayaan diri penuh sebelum melawan atlet asal India, Gurdarshan Mangat, di ONE Championship: Masters of Desitiny Kuala Lumpur, Malaysia.

Laga pertamanya tahun ini menjanjikan sebuah pertarungan keras, sebagai bagian dari ajang ONE Championship: Masters of Destiny di Axiata Arena. 

Abro saat ini mengincar kemenangan kedelapannya, setelah bulan Desember lalu ia gagal melanjutkan kemenangan beruntun yang diraihnya tahun lalu.

Di laga tersebut, Abro harus mengakui keunggulan Chan Rothana dari Kamboja pada ronde kedua.

“Kali ini saya lebih siap, karena waktu persiapan saya cukup panjang. Sejak kekalahan saya akhir tahun kemarin, saya langsung melanjutkan latihan bersama coach Yohan [Mulia Legowo],” kata murid dari Yohan Mulia Legowo, salah satu atlet MMA yang juga tergabung dalam ONE Championship.

Atlet yang bernaung di bawah bendera Han Fight Academy di Solo ini menyadari bahwa ia tidak boleh meremehkan lawannya.

Gurdarshan adalah seorang atlet andalan India yang memiliki optimisme tinggi demi mencatat lima kemenangan beruntun. Ia telah mencatatkan 14 kemenangan dan dua kekalahan sepanjang karir profesionalnya di dalam dunia mixed martial arts (MMA).

"Saya sering menonton video Mangat. Saya melihat bahwa ia sama-sama bagus dan kuat di ground dan stand-up [fight]. Pada prinsipnya, nanti akan tergantung pada siapa yang lebih siap dan strategi yang ada saja. Siapa yang lebih siap, ia yang akan menang," ujarnya.

"[Kemungkinan] saya akan lebih stand up. Dan saya mempersiapkan diri untuk duel tiga ronde."

 

 

Gaya Komodo

Sebuah penampilan yang layak ditunggu dari Abro adalah gaya bertarungnya yang menyerupai Komodo – kuat dan gesit. Ia juga memiliki gaya tersendiri ketika memasuki ring, juga masih seperti seekor Komodo.

"Saya akan membawa gaya lama saya ketika masih bertanding dalam ajang local. Ini ciri khas saya, gaya Black Komodo. Saya akan [bertanding] seperti seekor Komodo," katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Meski berharap akan menyelesaikan laga sebelum bel akhir pertandingan berbunyi, Abro tidak ingin membebani diri dengan target tertentu. Ia siap dengan segala kemungkinan jika harus bertanding hingga ronde penghabisan. "Tidak ada target spesifik. Karena ada tiga ronde, saya harus memenangi semua ronde. Saya akan bersiap untuk kemungkinan terburuk bertahan selama tiga ronde penuh, walau tentunya saya ingin selesai lebih awal," katanya. "Keunggulan saya adalah ketenangan. Untuk fight, saya lebih enjoy dan tidak terburu-buru." Salah satu pelajaran yang ia petik setelah kekalahannya di bulan Desember lalu adalah bagaimana mengatur ritme pertandingan dan memainkan tempo serangan.Kegagalan dalam dua hal ini, menurutnya, dapat berakibat fatal begi performanya di dalam ring. "Ketenangan itu sangat penting dalam bertanding, karena kita akan mendapatkan tempo yang lebih banyak dan dapat membaca momen [untuk menyerang]," kata pria kelahiran Lautem, Timor Leste ini. "Fight jadi lebih baik dan pikiran saya lebih jernih. Kalau all out di ronde pertama, seperti bulan Desember lalu, stamina habis di tengah jalan. Tidak apa-apa kalau kita memiliki stamina yang sangat baik, tetapi kalau lagi kurang, akan sulit."

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan