Sukses

Alex Morgan, Mesin Gol Cantik AS Pemicu Kontroversi di Piala Dunia Wanita 2019

Liputan6.com, Jakarta - Alex Morgan sempat bikin heboh ajang Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis. Di laga semifinal lawan Inggris, Selasa (2/7) atau Rabu dini hari WIB, penyerang cantik Amerika Serikat (AS) itu melakukan selebrasi kontroversial usai mencetak gol kemenangan 2-1 timnya.

Alex Morgan dianggap melecehkan tim Inggris dengan berselebrasi berpura-pura meminum secangkir teh usai mengoyak jala gawang Inggris di menit ke-31. Seperti diketahui budaya minum teh adalah budaya Inggris.

Mantan penyerang Inggris, Lianne Sanderson, pun mengecam aksi Alex Morgan. Menurutnya selebrasi pemain yang kemarin genap berusia 30 tahun itu sama sekali tidak perlu.

"Anda boleh melakukan selebrasi bagaimanapun, tapi saya rasa dilakukan Alex Morgan itu sama sekali tidak pantas dan tidak perlu," ujar pria yang juga pernah membela Juventus ini. Alex Mogan sendiri sudah mengklarifikasi. Dia menegaskan, selebrasinya itu dilakukan untuk membungkam kritik kepada tim AS.

"Saya merasa, kami melewati rintangan yang tak mudah di turnamen ini dan itulah tehnya," kata Alex Morgan seperti dilansir Mirror.

2 dari 3 halaman

Top Skorer Piala Dunia Wanita

Di luar aksi selebrasi kontroversialnya, Morgan sendiri merupakan "mesin gol" andalan AS. Bahkan, sudah sejak tahun 2010 lalu, dia menjadi langganan lini depan AS.

Golnya ke gawang Inggris adalah gol keenamnya di Piala Dunia Wanita 2019. Gol itu juga menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sementara bersama penyerang Inggris, Ellen White, dengan enam gol.

Unutk AS, Morgan sendiri sudah mencetak 107 gol dari 168 pertandingan yang dia mainkan.

3 dari 3 halaman

Piala Dunia Ketiga

Bagi Morgan sendiri, ajang di Prancis merupakan Piala Dunia Wanita ketiganya bersama AS. Sebelumnya, wanita kelahiran San Dimas Kalifornia ini juga ikut membela Tim Paman Sam pada Piala Dunia Wanita 2011 dan 2015.

Pada 2011 saat digelar di Jepang, Morgan membawa AS menembus final sebelum kalah dari tuan rumah lewat adu penalti. Namun, pada 2015 saat digelar di Kanada, dia mambwa AS jadi juara.