Syarat Indonesia Bisa Bersaing di Basket Asian Games 2022

Timnas Basket Indonesia butuh sosok pemain naturalisasi yang tinggi besar dan jago untuk Asian Games 2022.

Diterbitkan 06 September 2018, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Secara rata-rata postur tubuh, memang roster Iran berada pada urutan kedua dengan rataan 1,98 meter hanya kalah dari Tiongkok, yang akhirnya memenangi partai final kontra Iran.

Ito juga menyebutkan bahwa hal serupa dialami Chinese Taipei, tim yang begitu percaya diri atas permainan basket mereka namun tetap terbentur tembok tinggi pemain Tiongkok pada cabor Basket Asian Games 2018.

"Jadi bukan cuma kita, Korea, Chinese Taipei juga merasakan seperti itu," kata Ito.

"So, sangat krusial ke depannya kita bisa mendapatkan pemain yang tinggi. Itu evalusasi saya dari pelatih timnas kalau kita mau bersaing. Belum bicara menang ya, bersaing dulu, itu harus dapat," ujarnya menambahkan.

Manfaatkan Kesempatan

Indonesia memang menjadi tim dengan rata-rata tinggi badan roster terpendek di antara tim-tim yang melaju ke delapan besar basket putra Asian Games 2018, dengan rataan 1,89 meter dan hanya satu pemain melampaui 2 meter yakni Muhammad Dhiya Ul`haq dengan 2,03 meter namun itu pun tak banyak memberikan kontribusi berarti bagi tim dalam ajang tersebut.

Basket putra Indonesia akhirnya hanya menempati peringkat kedelapan turnamen, usai kalah dari Jepang yang hanya menyisakan delapan pemain tersisa di dalam roster-nya menyusul skandal indisipliner yang membuat empat pemain dipulangkan.

Capaian itu bahkan dikalahkan oleh tim putri yang berhasil mengalahkan Mongolia demi merebut tempat ketujuh.

Kendati demikian, Indonesia kini memiliki dua tiket untuk kembali berlaga di cabang olahraga bola basket Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok. Kini, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk mempersiapkan cara terbaik memanfaatkan tiket itu nantinya.

Sementara perkara naturalisasi pemain, kata Ito, seluruhnya bergantung pada negosiasi dan langkah pihak Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi), di luar itu ada yang penting untuk dilakukan yakni menambah jam terbang para pemain.

Bagi Ito, komposisi roster basket putra Indonesia yang tampil di Asian Games 2018 sudah mendapatkan hasil maksimal yang bisa didapatkan.

Pasalnya, ia meyakini bahwa para pemain lokal juga sudah memiliki kemampuan yang cukup oke namun lagi-lagi semuanya terbentur pada persoalan postur tinggi badan ketika menghadapi tim yang dihuni "raksasa".

"Kalau ngomong skill sebenarnya kita cukup oke, kita ngomong ada Ius (Xaverius Prawiro), Pras (Andakara Prastawa Dhyaksa), Arki (Arki Dikania Wisnu), Kaleb (Kaleb Ramot Gemilang), Koming (Ponsianus Nyoman Indrawan)," kata Ito.

"Tapi ya itu, terlalu kecil untuk di level Asia," ujarnya menambahkan.

Jam Terbang

Oleh karena itu, Ito mengakui jam terbang menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan lagi untuk tetap menjaga bahkan menghasilkan sosok di luar nama yang sudah ada demi memperkuat timnas basket putra.

Soal liga misalnya, Ito mengakui bahwa Liga Bola Basket Indonesia (IBL) saat ini perlu ditambah jumlah pertandingannya dalam semusim dari angka 17 kali.

"Lebih bagus lagi ditambah dari 17 match semusim. Saya setuju itu. Sebenarnya dari jangka waktu kita main enam bulan kadang-kadang lebih, tapi sedikit gimnya, kurang padat, mungkin bisa dipadatin sekarang terlalu banyak libur," ujarnya.

Di luar kompetisi lokal yang harus dipadatkan, Ito tengah merintis upaya untuk menambah jam terbang bagi timnas basket putra, salah satunya dengan menemui Presiden Asosiasi Bola Basket China (CBA) Yao Ming di Jakarta di sela-sela Asian Games 2018.

Sehari setelah pertemuan yang digelar Jumat (31/8), Ito mengungkapkan bahwa Yao Ming menyambut baik ide-ide yang diajukan pihak Indonesia meski belum ada keputusan positif.

Beberapa opsi yang diajukan adalah dengan mengikutsertakan timnas Indonesia dalam turnamen pramusim CBA Summer League atau menggelar pemusatan latihan berjangka di China.

"Ya belum ada keputusan, tapi kita coba lah," kata Ito.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan