2 Reporter Wanita Ini Jadi Korban Pelecehan Seksual di Piala Dunia 2018, Lihat Reaksinya...

Kedua reporter wanita ini menjadi sasaran pelecehan seksual para suporter sepakbola dalam Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia.

Diterbitkan 27 Juni 2018, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Reaksi Guimarães di Twitter menuai apresiasi dari rekan-rekan dan masyarakat umum.

"Orang itu benar-benar bre*****. Orang idiot dengan pikiran seorang bocah 13 tahun, tetapi reaksi Júlia Guimarães hebat," tulis jurnalis olahraga Paolo Antunes di Twitter.

Luciana Boiteux, yang bekerja di Universitas Río de Janeiro, menambahkan: "Solidaritasku untuk reporter Júlia Guimarães, yang dilecehkan secara langsung di SportTV, ketika dia sedang meliput Piala Dunia. Setelah menghindari ciuman, Julia menghardik: 'Saya tidak biarkan kamu melakukan itu padaku. Jangan pernah lakukan itu pada wanita. Hargailah!' Perang melawan pelecehan adalah milik kita semua!".

N

etizen lainnya, Leiticia Arsenio juga mendukung Guimarães. "Ini adalah penguatan pesan untuk menghormati wanita, dan selamat atas cara dia menangani situasi itu," tulisnya.

Insiden itu terjadi lebih dari sepekan setelah reporter Kolombia Julieth González Therán mengalami pelecehan seksual saat melaporkan tentang Piala Dunia 2018 dari Kota Saransk di Rusia.

p>*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada 2018 untuk wilayah Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Bali dan Sulsel. Ikuti juga Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Nonstop hanya di liputan6.com.

Saksikan juga video berikut ini:

Pelecehan Seksual Reporter Kolombia Saat Liput Piala Dunia 2018

Saat itu, reporter wanita bernama González Theran sedang berbicara di depan kamera ketika seorang pria tiba-tiba memegang dada dan mencium pipinya.

Dia tetap tenang saat pelecehan seksual menimpanya, dan profesional menyelesaikan laporan sebelum membagikan kisahnya di media sosial.

"Saya berada di tempat kejadian selama dua jam untuk mempersiapkan siaran dan tidak ada interupsi," katanya Theran kepada penyiar Jerman, Deutsche Welle.

"Ketika kami siaran langsung, penggemar sepak bola itu memanfaatkan situasi. Tapi setelah itu, ketika saya memeriksa keadaan untuk melihat apakah pelakunya masih di sana, ternyata dia sudah pergi."

Setelah memposting video pelecehan seksual itu di akun Instagram-nya, González Theran mengimbau agar orang lain lebih menghargai jurnalis wanita.

"Kami tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Kami sama-sama profesional dan pantas dihargai. Saya berbagi kebahagiaan tentang momen sepakbola dunia itu, tetapi kami harus mengidentifikasi batas antara kasih sayang dan pelecehan," tulis Theran.

Berikut ini rekamannya:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tanti Yulianingsih, Afra AugestiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan