Tradisi Kuno Orang Rusia Sambut Tamu dengan Roti dan Garam, Apa Alasannya?

Apa alasan orang Rusia menyambut tamunya dengan garam dan roti besar?

Diterbitkan 19 Juni 2018, 12:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski begitu, orang-orang Rusia juga biasa mengatakan, "Bersama-sama mereka makan garam," yang berarti mereka melewati banyak kesulitan bersama. Ungkapan semacam itu ditujukan untuk menggambarkan seorang sahabat sejati.

Saksikan video pilihan berikut:

Awal Pertemanan

Menurut tradisi, para tamu disambut oleh gadis-gadis yang mengenakan pakaian nasional dengan sebuah roti bundar berukuran besar di atas handuk dengan botol garam di atasnya. Sang tamu harus hati-hati mematahkan sepotong roti, mencelupkannya ke dalam garam, dan memakannya.

Ini menandakan bahwa kedua belah pihak memulai menjalin persahabatan. Menurut kepercayaan kuno, jika musuh yang paling buruk telah berbagi roti dan garam, mereka akan berdamai.

Versi lain mengatakan bahwa garam melambangkan kemurnian jiwa (garam bisa dikatakan tak memiliki masa kedaluwarsa). Dengan membawa roti dan garam, orang Rusia tak hanya mendoakan kesejahteraan untuk para tamu, tetapi juga mengusir segala sesuatu yang buruk.

Tak lupa, ini juga untuk memerikasa apakah si tamu betul-betul manusia, bukan roh jahat.

Namun, jika sang tamu tidak menerima hadiah ini, dia tidak akan diizinkan masuk ke rumah. Ini dilakukan demi mencegah pandangan jahat dan akal buruknya. Sejak zaman Rusia kuno, tuan rumah yang ramah disebut khlebosolnye (dari kata khleb ‘roti’ dan sol ‘garam’).

Dewasa ini, tradisi semacam ini masih populer. Ritual memberikan roti dan garam dapat kita saksikan selama resepsi resmi serta di restoran-restoran yang disiapkan untuk wisatawan asing.

Namun, Anda hampir selalu bisa melihat ritual ini pada pernikahan tradisional Rusia, ketika orang tua pengantin baru menyambut anak-anak mereka dengan roti dan garam setelah upacara.

Kedua mempelai harus mematahkan sepotong roti, mencelupkannya ke dalam garam, dan meyuapi satu sama lain. Ini adalah tanda bahwa mereka siap untuk berbagi kesulitan dalam hidup dan berjanji untuk selalu menjaga satu sama lain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Fadjriah Nurdiarsih, Rizki Akbar Hasan, Afra AugestiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia
  • Piala Dunia