Zulkarnain Lubis, Maradona dari Asia Tutup Usia

Legenda sepak Bola Indonesia, Zulkarnain Lubis, tutup usia pada Jumat (11/9/2018).

Diterbitkan 11 Mei 2018, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Dunia sepak bola Tanah Air kembali berduka. Zulkarnain Lubis, salah satu pesepak bola legendaris Timnas Indonesia wafat di Palembang pada Jumat (11/9/2018) karena serangan jantung.

Zulkarnain menghembuskan nafas terakhir di RS Pertamina Pali, Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan dari sang istri, Papat Yunisal, jenazah Zulkarnain akan dibawa ke kampung halamannya di Binjai, Sumatera Utara.

"Bapak akan dimakamkan bersama kedua orang tuanya," kata Papat yang notabene juga mantan pilar Timnas Indonesia Putri tersebut.

Saat masih aktif bermain Zulkarnain yang kelahiran Binjai, 21 Desember 1958 itu jadi salah satu anggota skuat Tim Merah-Putih Pra Piala Dunia 1986. Timnas besutan almarhum Sinyo Aliandoe hampir lolos ke putaran final di Meksiko, jika tak kalah dari Korea Selatan di fase akhir kualifikasi zona Asia.

Berposisi sebagai seorang gelandang serang Zulkarnain sempat dijuluki Maradona dari Asia. Julukan itu mencuat saat ia membela Krama Yudha Tiga Berlian yang meraih peringkat ketiga di Liga Champions Asia 1985-1986.

"Katanya gaya bermain kami mirip. Ditambah lagi rambut saya kribo sama dengan Maradona. Jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 1986, mungkin saya lebih tenar dibanding dia," ujar Zulkarnain setengah berkelakar dalam sebuah wawancara santai dengan Bola.com beberapa tahun silam di Yogyakarta.

"Kami juga beda nasib. Maradona kaya raya usai masa jaya, sementara saya sempat hidup susah," timpalnya.

Ya, selain hampir meloloskan Tim Garuda ke Word Cup, Zulkarnain juga menorehkan cerita sukses mengantarkan Timnas Indonesia ke semifinal Asian Games 1986.

Di Asian Games 1986, timnas tergabung dalam Grup C bersama dengan Saudi Arabia, Qatar, dan Malaysia. Di laga perdana tim asuhan Bertje Matulapelwa bermain imbang 1-1 menghadapi Qatar. Timnas sempat kalah 0-2 kontra Arab Saudi 0-2, sebelum mengantungi kemenangan tipis 1-0 versus Malaysia.

Timnas Indonesia melaju ke fase knock-out dengan status runner-up grup.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saat memasuki fase perempat final Timnas Indonesia menjalani duel sulit melawan Uni Emirat Arab. Di waktu normal kedua tim berbagi skor 2-2. Akhirnya, Zulkarnain Lubis cs. menang adu penalti 3-2. Timnas kemudian bersua Korea Selatan di semifinal. Tanpa ampun Timnas Indonesia tumbang 0-4. Saat perebutan tempat ketiga, Tim Merah-Putih gagal meraih medali perunggu setelah digebuk Kuwait 0-5. "Kegagalan yang menyakitkan, karena saat itu Timnas Indonesia benar-benar on fire. Om Bertje sukses mengkombinasikan pemain-pemain bintang kompetisi Galatama dan Perserikatan," cerita Zulkarnain. [Timnas Indonesia](3520968 "") di Asian Games 1986 diperkuat deretan bintang-bintang beken macam: Ponirin Meka, Jaya Hartono, Robby Darwis, Herry Kiswanto, Marzuki Nyak Mad, Sutrisno, Budi Wahyono, Patar Tambunan, Nasrul Koto, Rully Nere, Azhary Rangkuti, Ricky Yakobi, Ribut Waidi.

Halaman
Show All
Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan