Persebaya Terancam Sanksi karena Tak Mainkan Arthur Irawan

Persebaya Surabaya tidak ambil pusing dengan ancaman sanksi dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB) terkait Arthur Irawan.

Diterbitkan 03 April 2018, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Surabaya - Persebaya Surabaya tidak ambil pusing dengan ancaman sanksi dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB) terkait Arthur Irawan. Manajer Persebaya, Chairul Basalamah tak ingin masalah tersebut diperbesar.

"Biasa saja, tidak ada masalah. Kita lebih mementingkan pemain fit," ujar Chairul saat dihubungi, Selasa 3/4/2018).

Seperti diketahui, Persebaya terancam sanksi Rp 15 juta karena tak memainkan Arthur Irawan di laga melawan Persela Lamongan, Jumat (30/4/2018). Padahal, Arthur turut hadir dalam jumpa pers jelang pertandingan.

Sesuai peraturan Pasal 38 ayat 2, pemain yang hadir di dalam jumpa pers harus menjadi pemain yang turun sejak awal pertandingan. Namun Arthur justru absen dalam laga tersebut karena kondisinya tidak fit.

Chairul mengatakan, Persebaya terus memantau kesehatan Arthur sampai hari H-1 laga tersebut dimainkan. Menurutnya, hal itu adalah kebijakan manajemen Persebaya.

"Kalau kita tetap menurut aturan membawa Arthur, kita paksakan buat apa. Itu kalau di Persebaya, tidak tahu kalau di klub lain," kata Chairul.

 

 

Tidak Membedakan

Lebih lanjut, Khairul pun mengatakan, perlakuan yang sama bakal diterapkan kepada seluruh pemain Persebaya. Ia menegaskan, tak ada perlakuan spesial kepada Arthur.

"Arthur sama dengan pemain lain. Gak ada yang dibeda-bedakan. Ini kan menjadi ramai karena Arthur saja," ujar Khairul.

Peringkat ke-6

Persebaya saat ini berada di peringkat ke-6 klasemen sementara Liga 1. Bajul Ijo mengoleksi empat poin, hasil dari satu kemenangan dan satu kali imbang.

Pada pertandingan berikutnya, Persebaya bakal berhadapan dengan Mitra Kukar, Minggu (8/4/2018). Ini akan menjadi duel pertama kedua tim sejak Persebaya promosi ke Liga 1.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Swiss vs Kanada: Duel Sarat Kepentingan

Luthfie Febrianto, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan