Taktik Barcelona pada Era Ernesto Valverde

Ernesto Valverde membuat Barcelona tampil lebih seimbang.

Diterbitkan 20 Februari 2018, 09:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Nada pesimistis dari sebagian pendukung Barcelona mencuat saat Ernesto Valverde ditunjuk menggantikan Luis Enrique sebagai pelatih anyar Barcelona pada 30 Mei 2017. Valverde memang bukan pelatih dengan nama besar dan rekam jejaknya selama melatih klub tidak mentereng.

Sepanjang kariernya, Valverde lebih banyak dipercaya menangani tim papan tengah seperti Espanyol, Villarreal, dan Athletic Bilbao. Bisa dibilang, pencapaian terbaik Valverde sebagai orang di belakang layar saat memberikan lima gelar kompetisi domestik untuk klub Yunani, Olympiakos.

Kemampuan Valverde dalam meracik strategi pun lantas diragukan setelah debut kurang mengenakkan di Piala Super Spanyol. Menghadapi rival abadi, Real Madrid, Barcelona tidak berdaya hingga akhirnya takluk dengan agregat 1-5.

Situasi semakin sulit buat Valverde karena Barcelona kehilangan Neymar yang memilih hengkang ke Paris Saint-Germain dengan rekor transfer 222 juta euro. Tanpa Neymar di lini depan plus hanya mendatangkan beberapa pemain yang dianggap "kelas dua" seperti Paulinho dan Nelson Dembele, tim Catalan diragukan bisa berbicara banyak di pentas domestik dan Eropa.

Kenyataannya, Valverde mampu menjawab semua keraguan tersebut. Nada pesimistis kini berubah menjadi pujian karena fleksibilitas pelatih berusia 54 tahun itu dalam meracik skema terbaik untuk Barcelona.

Valverde berani mengubah formasi 4-3-3 yang telah memberikan banyak gelar untuk Barcelona menjadi formasi 4-4-2. Formasi baru ini terbukti membuat Lionel Messi dan kawan-kawan tajam saat menyerang dan bagus dalam bertahan. Kondisi yang jarang terjadi untuk Barcelona yang menganut permainan ofensif.

Perubahan formasi tersebut membuat Barcelona lebih seimbang. Terbukti, Blaugrana belum menelan kekalahan di La Liga hingga pekan ke-24. Artinya, Valverde sukses melewati rekor tidak terkalahkan Barcelona yang sebelumnya dipegang oleh Pep Guardiola.

Barcelona 2017-2018 2016-2017
Gol 62 gol 65 gol
Kebobolan 11 gol 20 gol
Akurasi Tendangan 61% 49%
Akurasi Umpan 87% 86%
Ball Possesion 58% 60%

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Seperti dapat dilihat pada tabel di atas, hingga pekan ke-24 La Liga 2017-2018 Lionel Messi dan kawan-kawan telah mencetak 62 gol dan kebobolan 11, sementara pada periode yang sama musim lalu catatan mereka adalah 65 memasukan serta 20 kemasukan. Bahkan, jumlah kebobolan 11 gol merupakan yang paling sedikit untuk Barcelona pada periode yang sama dalam lima musim terakhir. Sebelumnya, catatan terbaik Barcelona adalah kebobolan 13 gol dari 23 pertandingan, pada musim 2014-2015. Meski jumlah gol berkurang, tetapi akurasi tendangan justru meningkat drastis 49 persen pada musim lalu ke 61 persen. Berdasarkan tabel di atas, kita dapat menyimpulkan jika Barcelona bermain lebih efektif. Lantas, apa saja yang menjadi kunci perubahan taktik [Barcelona](3298782 "") di bawah asuhan Ernesto Valverde? Simak pembahasan berikut sampai selesai ya.

Halaman
Show All
Tyo Harsono, Juprianto Alexander SianiparTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan