Sukses

Real Madrid, dari Musim Terbaik Menuju Musim Terburuk?

Liputan6.com, Madrid - Tidak ada yang menyangka penampilan Real Madrid menurun musim ini. Padahal Los Galacticos tidak mengalami perubahan besar di seluruh elemen.

Dari sektor pelatih, Zinedine Zidane tetap menjadi pilihan. Meski baru dua tahun menangani tim, ia telah menyumbang delapan gelar.

Musim lalu bahkan merupakan salah satu musim terbaik bagi Real Madrid. Mereka sukses meraih empat gelar di La Liga, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Mereka hanya kandas di ajang Copa Del Rey. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kalah di babak perempat final melawan Celta Vigo.

Dari sektor pemain pun, Real Madrid tak banyak berubah. Walaupun tak banyak nama besar yang bergabung, namun mayoritas skuat musim lalu masih dipertahankan.

 

 

2 dari 3 halaman

Posisi Real Madrid

Kini Real Madrid hanya menempati posisi keempat klasemen. Mereka tertinggal dari Barcelona, Atletico Madrid, dan Valencia.

Sementara di ajang Copa Del Rey, Real Madrid hanya menembus perempat final. Mereka kandas di tangan klub kecil, Leganes.

Hanya Liga Champions yang menjadi harapan Real Madrid untuk meraih trofi. Namun hal ini juga tidak akan mudah diraih.

Pasalnya di babak 16 besar mereka bertemu PSG. Apalagi PSG sedang dalam kepercayaan diri tinggi musim ini.

"Saya tak mengerti apa yang terjadi. Sekarang kami harus melihat bagaimana kami akan bangkit dari hal itu," ujar Zidane.

"Saya salah dalam banyak hal, tapi Anda harus berpikir untuk bangkit. Marah dengan pemain? Tidak, saya marah dengan diri saya sendiri," Zidane menegaskan.

3 dari 3 halaman

Ogah Panik

Meski Real Madrid terpuruk, namun Sergio Ramos tidak mau panik. Kapten tim itu bahkan membela Zidane yang posisinya di ujung tanduk.

"Saya bukan penggemar sebuah perubahan. Kami yang pertama membela Zidane. Jatuh di Copa del Rey adalah sebuah kegagalan. Ini adalah masa-masa sulit, tapi kami harus bersatu dan tidak membuang sisa musim ini," kata Ramos.

Tak pelak nasib Real Madrid sendiri bakal ditentukan di ajang Liga Champions. Hal ini diakui sendiri oleh Zidane.

"Tentu saja jelas seperti itu," jawab Zidane saat ditanya mengenai kariernya tergantung pada laga melawan PSG. "Saya bertanggung jawab untuk ini, saya pelatihnya. Jadi saya harus mencari solusi dan menghadapi situasi ini."

Keren, Game MotoGP 20 Terlihat Nyata dan Realistis
Loading