KOLOM: AC Milan yang Belum Lelah Berjudi

AC Milan kembali melakukan perjudian dengan menunjuk Gennaro Gattuso sebagai pengganti Vicenzo Montella.

Diterbitkan 01 Desember 2017, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kesabaran para petinggi AC Milan ternyata ada batasnya juga. Sehari setelah hanya bermain imbang tanpa gol dengan Torino, allenatore Vincenzo Montella diberhentikan, 27 November lalu. Maklum saja, Milan masih berkutat di papan tengah classifica Serie A selama delapan pekan.

Itu sungguh di luar ekspektasi. Awal musim ini, dengan belanja pemain senilai 194,5 juta euro, Montella diharapkan bisa membawa I Rossoneri kembali ke habitat lamanya sebagai jawara Italia. Namun, alih-alih menjadi tim yang perkasa luar biasa, mereka justru labil, tak ubahnya tim semenjana. Kadang bagus, seringnya malah menjemukan.

Menariknya, walaupun kecewa terhadap kinerja sang allenatore, AC Milan tak lantas berhenti berjudi. Buktinya, mereka mengangkat Gennaro Gattuso sebagai pelatih sementara. Ini langkah klasik yang menunjukkan ketidaksiapan dalam melakukan perubahan.

Gattuso memang dipuji banyak pihak. Sebagai orang yang pernah lama bermain di San Siro, dia dianggap tahu betul hal yang diperlukan I Rossoneri. Dia pun dinilai sebagai sosok yang bisa membangkitkan mentalitas Leonardo Bonucci dkk.

Akan tetapi, rekam jejaknya sebagai pelatih tidaklah mentereng. Di tim-tim utama yang pernah dilatihnya, statistik Gattuso memprihatinkan. Di Sion, OFI Crete, dan Pisa, rata-rata poin yang direbutnya tak mencapai angka 1,50. Tertinggi hanya 1,39 poin dalam 84 laga bersama Pisa. Padahal, Montella yang digantikannya mengemas rerata poin 1,75.

Memang benar, di tim U-19 AC Milan, dia mampu mengemas rerata 1,88 poin per laga pada musim ini. Namun, apalah artinya kompetisi Primavera dibandingkan Serie A atau Serie B. Bekal bagus di tim U-19 bukan jaminan. Tengok saja Filippo Inzaghi yang hanya bertahan semusim pada 2014-15 meski datang dengan bekal nilai 2,00 per laga semasa menangani tim Primavera I Rossoneri.

Gennaro Gattuso (AC Milan.It)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bagi banyak orang, Gattuso tak lebih dari perjudian dan keterkungkungan Milan pada masa lalu. Mereka peseimistis karena hal serupa pernah dilakukan terhadap Clarence Seedorf dan Inzaghi, tapi hasilnya nol besar. Soal pemahaman terhadap karakter dan tradisi Milan, keduanya pun jelas tak lebih buruk dari Gattuso. Hal yang jadi pertanyaan besar, pemecatan Montella seperti sebuah keterpaksaan sehingga mereka dengan mudahnya memilih pelatih tim Primavera yang baru bertugas seumur jagung sebagai solusi sementara. Padahal, keraguan terhadap sang allenatore sudah muncul sejak berminggu-minggu lalu. Mengapa tidak ada pendekatan terhadap pelatih berpengalaman untuk jadi solusi alternatif pelatih [AC Milan](3180613 "")? [vidio:](https://www.vidio.com/watch/516148-11-pemain-hebat-yang-pernah-membela-ac-milan-dan-inter-milan)

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • kolom bola