5 Transfer Januari Terbaik di Liga Inggris

Siapa saja mereka?

Diterbitkan 29 November 2017, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kedatangan Mascherano pada Februari 2007 menyimpan sengketa antara Liverpool dan West Ham. Namun, di luar itu, dia menjelma jadi gelandang bertahan bintang lima bersama The Reds.

Mascherano mungkin belum memenangi gelar di Liverpool. Namun, dia adalah pemain bintang dan lini tengah Liverpool tidak pernah sama sejak kepergiannya dan Xabi Alonso.

Musim terbaiknya di Liverpool terjadi pada 2008/09. Berkat andil Mascherano, Liverpool cuma 27 kali kebobolan dan finis di posisi kedua Liga Inggris.

Liverpool pada 2008/09 adalah tim yang sangat menyenangkan untuk ditonton bersama Fernando Torres dan Steven Gerrard. Mereka hanya kalah dalam dua pertandingan di Liga Inggris dan peran Mascherano serta Alonso sangat penting di lini tengah.

2. Luis Suarez

Luis Suarez (AFP PHOTO/PAUL ELLIS)

Kedatangan Suarez dari Ajax ke Liverool pada Januari 2010 boleh dibilang jadi deadline day musim dingin terbaik di Inggris. Dia didatangkan oleh Liverpool dengan mahar cuma 22,8 juta pounds dan bisa menggantikan nama Fernando Torres.

Suarez bahkan nyaris membawa Liverpool meraih gelar Premier League pada 2013-14 lalu. Dia juga sukses meraih pemain terbaik di Liga Inggris pada musim itu.

Kala itu penyerang Uruguay tersebut sukses menyumbangkan 31 gol dan 21 assists untuk Liverpool. Catatan istimewa buat seorang striker.

Namun, aksi apiknya itu dirusak dengan beberapa insiden bersama Uruguay. Dia akhirnya cabut ke Barcelona dengan harga 64,9 juta pounds pada Juni 2014. Namun, Liverpool mendapatkan keuntungan 42 juta pounds dari penjualannya itu.

1. Nemanja Vidic

Nemanja Vidic  (AFP PHOTO/IAN KINGTON)

Sejak didatangkan Manchester United dari Spartak Moscow pada Januari 2006, Nemanja Vidic menjelma bek paling ditakuti di dunia. Dikenal karena tekelnya yang agresif, dia juga membentuk kerja sama bek terkuat di era Liga Primer, bersama Rio Ferdinand.

Vidic merupakan pemain Liga Inggris dengan persentase kemenangan tertinggi, yakni 70,6 persen dan clean-sheets tertinggi kedua sebesar 45 persen, hanya di belakang legenda Arsenal Tony Adams yang meraih 45,1 persen.

Musim terbaiknya untuk Manchester United datang pada 2008/09. Kala itu dia membawa Setan Merah tak kebobolan gol selama 1.032 menit.

Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Jonathan Pandapotan Purba, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan