5 Dosa Barcelona Musim Ini

Musim ini telah menjadi bencana bagi Barcelona.

Diterbitkan 01 Juni 2017, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Barcelona - Era Luis Enrique di [Barcelona](Barcelona "") memang sudah berakhir. Kemenangan Copa del Rey menandai akhir dari masa jabatan pelatih Spanyol itu di Catalunya. Namun, masih banyak hal menarik yang dibahas dari kepemimpinannya.

Menyelesaikan musim di urutan kedua dan cuma sampai perempat final Liga Champions mungkin bisa dibilang lebih dari cukup bagi kebanyakan klub. Namun tidak buat [Barcelona](Barcelona ""). Itu justru jadi penampilan yang buruk buat Lionel Messi cs.

Musim ini memang telah menjadi bencana bagi Barcelona Real Madrid yang berpesta tentu buat mereka terpukul. Apalagi, rival abadinya itu di ambang juara Liga Champions andai bisa kalahkan Juventus.

Ada lima blunder yang bikin Enrique dan Barcelona terpuruk. Apa saja itu? Berikut daftarnya dikutip dari Sportskeeda:

Tak Bisa Gantikan Dani Alves

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Dani Alves akan tinggal di Nou Camp sampai akhir kontraknya yang berlangsung hingga Juni 2017. Akan tetapi, Alves diizinkan pergi bebas pada musim panas 2016 lalu meskipun telah menandatangani kontrak dua tahun pada 2015.

Alves kesal dengan situasi itu. Bek asal Brasil itu menuduh klub tidak menghormatinya. Justru, keputusan sembrono Barcelona itu malah jadi bumerang tersendiri.

Juventus jelas senang membawanya secara gratis dan sekarang jadi sosok dalam perjuangan meraih treble. Sementara itu, Barcelona justru kesulitan mencari pengganti Alves.

Aleix Vidal nyatanya tak bisa gantikan posisi Alves. Lalu Enrique mencoba Sergi Roberto yang serbaguna, dan nyatanya tak terlalu apik.

Tidak ada rencana yang sukses berjalan setelah Alves keluar. Enrique harus menyadari keputusannya membuang Alves itu salah besar.

Bermain 3 Bek Tanpa Pemain yang Tepat

Ada kalanya Enrique memainkan tiga bek, terutama saat mereka sangat membutuhkan hasilnya. Comeback yang luar biasa melawan Paris Saint-Germain contohnya, saat Enrique mainkan 3-1-4-2.

Namun, Anda perlu melihat permainan yang terjadi tiga hari kemudian karena Deportivo La Coruna secara luar biasa mengungguli mereka di Riazor. Musim depan, Barca bersama Valverde wajib berpegang teguh pada tradisi, yakni 4-3-3 dan memastikan bahwa fullback diberi kebebasan untuk melakukan overlap ke depan.

Karena sebelumnya, dengan Sergio Busquets sendirian di lini tengah, Andres Iniesta dan Rafinha dipaksa oleh Enrique bermain dalam peran luas, jadi sulit untuk dapat back-up saat mereka kehilangan bola. Akibatnya, pemain seperti Javier Mascherano dalam pertahanan cukup riskan.

Jeremy Mathieu juga pemain kesulitan dengan formasi itu. Mathieu dan Mascherano sudah berusia 30-an dan kemungkinan besar tidak memiliki masa depan di klub.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ketika tiba di klub, Ivan Rakitic memiliki musim pertama yang indah dan berperan penting dalam treble. Musim itu melihat Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar membentuk serangan tiga cabang yang menjarah 122 gol dan 66 assist. Namun, peran Messi telah berevolusi sedikit selama bertahun-tahun dan sekarang beralih ke peran sentral. Apa yang dilakukannya adalah meminimalkan peran gelandang yang tepat, menyulitkan Rakitic bergerak dalam ruang secara efektif untuk membuat perbedaan dalam permainan. Pemain asal Kroasia itu sebenarnya harus berada di belakang Messi dan terpaksa cuma jadi serep saat Messi melebar. Akibatnya, Rakitic menjadi sosok yang kurang berguna di tengah.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Luis Enrique