3 Kontroversi Rossi: Dari Tabrak Jurnalis hingga Helm Nyentrik

Tidak hanya dikenal sebagai pembalap hebat, Rossi juga dianggap penghibur sejati untuk para penggemarnya di seluruh dunia.

Diterbitkan 31 Mei 2017, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tabrak Jurnalis (1999)

Pada 1999, Valentino Rossi berhasil mencuri perhatian penggemar lomba balap motor dari berbagai penjuru dunia. Kendati dikenal sebagai "pembalap bau kencur", bukan berarti dia tidak bisa mengguncang popularitasnya.

Salah satu hal yang sulit dilupakan penggemar adalah ketika ia memulai balapan di Sirkuit Mugello Italia. Rossi yang saat itu berhasil memenangi balapan tidak menyangka mendapat perlakuan istimewa dari penggemar sehingga ratusan penonton tiba-tiba turun ke lintasan untuk mengerubunginya. The Doctor yang saat itu masih berada di atas motor berhasil lolos dari kepungan para penggemarnya.

Ketika berusaha meloloskan diri, Rossi malah menabrak seorang juru kamera yang melintas di hadapannya. Rossi jatuh dan jadi tontonan banyak orang. Ketika berdiri, ia kembali tancap gas dan peristiwa itu jadi salah satu yang paling dikenang sepanjang sejarah.

Tema Helm

Rekam jejak terakhir Rossi di Mugello adalah saat ia mendesain tunggangannya hingga wearpack, helm dengan corak "Peace and Love". Dia sengaja memesan corak desain tersebut kepada desainer helm ternama Aldo Drudi.

Aksi tersebut membuat Rossi sukses menarik perhatian banyak kalangan sebagai pembalap muda. Beberapa musim berselang, ia kembali sukses mencuri perhatian dunia dengan naik ke kelas MotoGP.

Rossi berganti-ganti desain seragam juga berawal di Mugello. Terakhir, ia menggunakan helm bergambar wajah dirinya pada 2008 sebagai ajang perayaan tujuh kali menang beruntun di negaranya sendiri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Jonathan Pandapotan Purba, Hotnida Novita Sary, Ezri Tri SuroTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan