3. Samuel Umtiti, Barcelona
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1571713/original/059567600_1492629496-000_NO6VT.jpg)
Bermain untuk klub sebesar Barcelona biasanya cukup mendapat tekanan, terutama untuk posisi bek. Lihat saja Jeremy Mathieu, Marc Bartra dan Thomas Vermaelen. Namun tidak bagi Samuel Umtiti.
Pemain Prancis itu tidak hanya menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya tapi juga berkembang dalam perannya. Barcelona telah memenangkan 24 dari 25 pertandingan liga yang dimainkan Umtiti, itu jadi bukti sahih.
Kekuatan, kemampuan dan konsentrasinya membuat dia menjadi pasangan yang tepat bagi Gerard Pique. Keberadaan Umtiti memberi keseimbangan pada pertahanan dan juga penyerangan.
Tim yang punya daya menyerang sporadis seperti Barcelona rentan akan serangan balik. Namun, Umtiti berhasil melakukan tugasnya itu. Tidak ada keraguan bahwa Umtiti adalah salah satu bek terbaik yang tengah perkuat di salah satu klub terbaik di Eropa.
2. Mattia Caldara, Atalanta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1436917/original/087172200_1481808850-caldara.jpg)
Mattia Caldara adalah salah satu bek terbaik di Italia yang memiliki musim bintang bersama Atalanta. Bek tengah berusia 23 tahun itu membantu timnya mencetak 15 clean-sheets dalam 29 pertandingannya di Serie A.
Atalanta sendir sukses lolos ke Liga Europa dengan finis ke 5 melalui sebuah organisasi defensif yang kuat. Caldara telah dibandingkan dengan Alessandro Nesta karena ketenangan, kesadaran dan kecerdasan dalam permainannya. Selanjutnya, ada perbandingan dengan Gaetano Scirea, salah satu bek Italia terbesar yang pernah ada.
Posisi Caldara yang memakai jersey no.13 mirip dengan Nesta sementara kemampuan mencetak golnya yang hebat serupa dengan Scirea. Bek tengah Italia itu telah mencetak 7 gol musim ini, termasuk dua gol hebat melawan Napoli pada bulan Februari.
1. Benjamin Mendy, Monaco
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/45430/original/benjamin-mendy-130704b.jpg)
Monaco musim ini memang kejutan di Eropa dengan kehadiran sejumlah bakat muda yang gemilang. Mereka sepatutnya memenangkan Ligue 1 dan menyingkirkan PSG yang menghabiskan banyak uang.
Leonardo Jardim telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk memanfaatkan potensi besar skuat mudanya. Sementara orang seperti Kylian Mbappe, Bernardo Silva dan Thomas Lemar adalah nama yang lebih populer, Benjamin Mendy tidak jauh ketinggalan.
Setelah Mendy melihat sekilas potensi penyerangnya, khususnya di Le Havre, dia gagal membangun dirinya di Marseille dan dalam bahaya menjadi full-back menyerang lainnya yang tidak dapat mempertahankannya.
Bermain sebagai bek kiri, dia sangat cepat dan displin ketika overlap. Banyak kredit yang pantas disematkan kepada Leonardo Jardim untuk kemajuan bek 22 tahun ini.
Hasilnya ada untuk dilihat semua, terutama melawan Manchester City, di babak 16 besar Liga Champions. Mendy adalah mesin dan memiliki teknik yang sempurna. Dengan usia yang masih muda, dia bisa membuat sayap The Citizens mati kutu dan tak bergerak di sisi kiri pertahanan Monaco. (I. Eka Setiawan)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/990500/original/096788900_1442386997-20150916-Liga-Champions-Belanda-PSV-MU-Luke-Shaw-Hector-Moreno3.jpg)