6 Pemain Bintang yang Pensiun Musim Ini

Siapa saja mereka?

Diterbitkan 22 Mei 2017, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Frank Lampard

Mantan gelandang Chelsea dan Manchester City, Frank Lampard. (AFP/Adrian Dennis)
Tidak banyak gelandang masuk 5 besar pencetak gol sepanjang masa liga. Tapi Frank Lampard tidak seperti gelandang lainnya. Legenda Chelsea itu telah mencetak 177 gol yang membuatnya jadi pencetak gol terbanyak ke-4 dalam sejarah Premier League.

Lampard adalah tokoh kunci bagi Chelsea yang kemudian memenangkan banyak penghargaan selama era Abramovich. Dia kemudian mencetak 211 gol untuk Chelsea dalam 648 penampilan saat memenangkan 3 gelar liga, 4 Piala FA, Liga Champions dan Liga Europa.

Secara keseluruhan, ia bermain 913 pertandingan dengan mencetak 274 gol di level klub dan juga memiliki 106 caps untuk Inggris serta mencetak 26 gol. Lampard terakhir bermain untuk tim MLS, New York City FC. Namun, ia baru saja mengumumkan pengunduran dirinya pada Februari 2017.

Steven Gerrard

Steven Gerrard (Reuters / Carl Recine)
Seluruh karier Steven Gerrard adalah pengalaman yang sangat pahit. Dia memilih untuk tetap setia kepada klub masa kecilnya, Liverpool dengan menolak tawaran dari Real Madrid, Chelsea, Inter Milan dan Bayern Muenchen.

Dia memimpin Liverpool meraih prestasi terbesar di abad ke-21 saat pertandingan melawan AC Milan di final Liga Champions 2005. Namun, di tahun-tahun berikutnya, Gerrard memang cukup sulit bawa The Reds berprestasi lagi.

Gerrard bermain 710 kali untuk Liverpool serta mencetak 186 gol. Dia menjadi kapten Liverpool dari 2003 sampai 2015 dan menjadi kapten Inggris antara 2010 sampai 2014.

Sosok asal Inggris tersebut pergi ke klub MLS, LA Galaxy pada tahun 2015 dan pensiun pada akhir musim 2016. Dia sekarang bekerja sebagai pelatih U-18 bersama Liverpool.

Xabi Alonso

Gelandang Bayern Muenchen, Xabi Alonso, berpose bersama ketiga anaknya sebelum melakoni laga terakhir di sepak bola. Alonso dan Philipp Lahm gantung sepatu usai laga melawan Freiburg, Sabtu (20/5/2017). (AP Photo/Matthias Schrader)
Sangat sedikit orang yang memiliki kesempatan untuk bermain di lebih dari satu klub elit Eropa. Namun tidak bagi Xabi Alonso. Dia bermain untuk tiga klub elit Eropa yang merupakan sebuah prestasi tersendiri.

"Menurut pendapat saya, saya telah bermain untuk tim terbaik di Inggris, Spanyol dan Jerman, itulah yang saya inginkan, karier yang bagus," ujar Xabi Alonso baru-baru ini dalam sebuah wawancara setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola profesional. Sulit untuk membantahnya karena ia bermain untuk Liverpool, Real Madrid dan Bayern Muenchen.

Alonso memulai kariernya bersama Real Sociedad sebelum beralih ke Inggris pada tahun 2004 dengan bermain untuk Liverpool di bawah Rafa Benitez. Dia membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di liga dalam waktu singkat dan kemudian berhasil memenangkan Liga Champion di musim debutnya bersama The Reds.

Tinggal bersama Liverpool berlangsung lima tahun, dia pindah ke Real Madrid. Alonso sudah menjadi pemenang Liga Champions bersama Liverpool dan juara Piala Eropa bersama Spanyol.

Pemain kelahiran kelahiran Basque itu jua sukses bersama Real Madrid. Ini setelah dia memenangkan gelar liga pertamanya dan menambahkan medali Liga Champions. Selama periode ini, ia juga memenangkan Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Tujuan akhirnya adalah Jerman di mana ia bergabung dengan Bayern Muenchen dan memenangkan tiga gelar liga selama bertahun-tahun. Selama kariernya, ia telah bermain di bawah beberapa manajer terbaik di dunia termasuk Jose Mourinho, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, Rafa Benitez, Vicente del Bosque, Luis Aragonés dan Manuel Pellegrini.

Dirk Kuyt

Dirk Kuyt bersama anak-anaknya merayakan kemenangan pada laga Eredivisie di Kuip stadium, Rotterdam, (14/5/2017).  Feyenoord menang 3-1. (EPA/Robin Van Lonkhuijsen)
Banyak pemain Belanda yang terkenal karena bakat dan kemampuan teknisnya yang luar biasa. Namun, Dirk Kuyt tidak sesuai dengan hal ini. Karena sosok asal Belanda itu terkenal dengan kerja keras tak kenal lelahnya.

Kuyt bermain bersama tim Belanda, Utrecht dan Feyenoord sebelum beralih ke Inggris untuk bermain dengan Liverpool pada tahun 2006. Di musim pertamanya bersama Liverpool, dia bermain di finals Liga Champion dan mencetak satu-satunya gol Liverpool saat kalah 1-2 dari AC Milan.

Meski tiba di Liverpool sebagai striker, ia terus bermain sebagai winger dan gelandang, tergantung dari mana timnya membutuhkannya. Selama musim 2008-09 yang mengesankan Liverpool, Kuyt menikmati salah satu musim terbaiknya dengan mencetak 15 gol dan membentuk trio bersama Fernando Torres dan Steven Gerrard.

Dia meninggalkan Liverpool pada tahun 2012 untuk bermain untuk Fenerbahce dan langsung memenangkan Liga Turki pada 2013-14. Ia kembali ke Feyenoord pada tahun 2015 pada usia 34 dan segera dinobatkan sebagai kapten klub.

Feyenoord mendapat tantangan pada musim ini karena membutuhkan kemenangan di pertandingan terakhir untuk mendapatkan gelar juara. Kapten Kuyt melangkah maju dan mencetak hattrick untuk memastikan kemenangan dan gelar pertama klub tersebut dalam 18 tahun. Dua hari kemudian, dia juga mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola.

Kuyt telah memainkan 798 pertandingan pada level klub di Belanda, Inggris dan Turki. Dia juga telah mencetak 295 gol di level klub. Selain itu Kuyt berhasil mengemas 104 caps timnas Belanda dengan  mencetak 24 gol.

I. Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan