Kaleidoskop 2016: Akhir Tragis Chapecoense

Final melawan Atletico Nacional seharusnya jadi laga terpenting dalam sejarah Chapecoense.

Diterbitkan 30 Desember 2016, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Korban selamat

Enam penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat ini mengalami cedera berat. Tiga dari mereka adalah pemain Chapecoense, yaitu bek Alan Ruschel (27) dan Helio Zampier Neto (31), serta kiper Jackson Follmann (24).

Ruschel harus menjalani operasi pada tulang belakang dan Neto mengalami cedera di tulang kepala, dada, dan paru-paru. Sedangkan Jackson Follmann, kiper nomor dua Chape, dikabarkan telah menjalani operasi amputasi pada kaki kanannya.

Beruntung, Alan Ruschel tidak mengalami cedera yang amat serius bahkan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dia bahkan bersedia hadir dalam pertandingan amal yang diinisiasi pemain Argentina, Andres D'Alessandro untuk para korban kecelakaan pesawat itu.

"Perasaan ini sangat istimewa, bisa kembali berada di lapangan. Tuhan memberi saya kesempatan kedua. Untuk itu saya harus kuat menghadapi semua tantangan ke depan," kata Ruschel dikutip The Sun.

Penyebab Kecelakaan

Penduduk Chapeco, basis klub Chapecoense ini berasal, merasakan amarah berbaur duka saat mengetahui penyebab kecelakaan pesawat di Kolombia, yang merenggut pemain kesayangan mereka. Harian lokal O Globo memastikan kejatuhan pesawat akibat kekurangan bahan bakar.

Pesawat yang membawa 71 penumpang tersebut mengalami keterlambatan jadwal saat lepas landas dari Sao Paulo. Oleh karena itu mereka batal transit di Cobija, Bolivia untuk mengisi bahan bakar lantaran bandara tidak beroperasi di malam hari.

"Kerusakan total sistem elektrik. Tidak ada bahan bakar," begitulah pesan pilot Chape dalam rekaman pembicaraan dengan petugas di menara bandara. Saat itu, menara pengawas hanya memberi instruksi untuk menunggu selama tujuh menit.

"Saya merasa marah. Itu adalah kesalahan yang mengakhiri kehidupan, mengakhiri Chapecoense," ucap Nataly Ferranty, pemain tim putri U-17 Chapecoense.

Pemberian Gelar Juara


Predikat juara Chape dalam kompetisi Copa Sudamericana akhirnya diberikan sebagai penghormatan atas korban pesawat jatuh yang membawa seluruh pemain dan ofisial tim. Suasana haru bercampur suka cita menyelimuti penyerahan trofi tersebut.

Presiden baru klub Plinio David de Nes Filho mengangkat trofi juara, sebelum perwakilan Atletico Nacional Daniel Jimenez naik panggung mengenakan syal Chapecoense. Dalam rangkaian acara pengundian (drawing) Copa Sudamericana dan Libertadores 2017 tersebut, Jimenez dan De Nes Filho tak kuasa menahan haru saat saling menyapa dan memeluk.

Setelah acara penerimaan trofi, skuat Chapecoense yang tersisa dijadwalkan akan bertanding melawan Campeonato Catarinense, tim Serie D Liga Brasil. Pertandingan ini akan digelar pada 29 Januari 2017, empat hari setelah pertandingan amal antara Brasil melawan Kolombia.

Laga Amal

Federasi sepak bola Brasil (CBF) bakal menggelar laga persahabatan antara Brasil melawan Kolombia pada 27 Januari 2017 mendatang di Rio de Janeiro. Pertandingan testimoni tersebut digelar di Estadio Nilton Santos, Rio de Janeiro untuk menghormati wafatnya sebagian besar pemain serta staf klub Chapecoense.

Awalnya, CBF akan memakai stadion bersejarah Maracana, namun alasan operasional, Estadio Nilton Santos dianggap lebih kecil dan efisien.

"Tanggal itu dipilih karena bukan tanggal internasional FIFA. Kami pun akan bekerja sama dengan para pemain dari klub di Brasil," kata koordinator timnas Brasil, Edu Gaspar.

"Hal itu dimaksudkan agar tidak mengganggu klub atau pemain yang menolak pemanggilan timnas karena masih adanya kompetisi," ujarnya. Selain laga Brasil versus Kolombia, beberapa klub dari Eropa dan Amerika Selatan juga bersedia meminjamkan pemainnya untuk Chapecoense.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Risa Kosasih, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan