Kaleidoskop 2016: Akhir Tragis Chapecoense

Final melawan Atletico Nacional seharusnya jadi laga terpenting dalam sejarah Chapecoense.

Diterbitkan 30 Desember 2016, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selasa, 29 November 2016 akan selalu diingat sebagai salah satu hari terkelam dalam sejarah sepak bola dunia. Pada hari itu, sebuah kecelakaan pesawat telah merenggut hampir seluruh pemain klub Serie A Brasil Chapecoense.

Pesawat bernomor penerbangan LMI2933 yang dicarter Associação Chapecoense de Futebol--nama lengkap tim ini, jatuh sekitar pukul 22.15 waktu setempat, dengan membawa 77 penumpang. Seluruh pemain dan ofisial Chape saat itu tengah dalam perjalanan menuju kota Medellin, Kolombia, untuk menghadapi pertandingan leg pertama final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional.

Dari seluruh orang yang berada dalam pesawat, hanya enam penumpang yang selamat meski mengalami cedera berat. Tiga di antaranya merupakan pemain Chapecoense, yakni bek Alan Ruschel (27) dan Helio Zampier Neto (31), serta kiper Jackson Follmann (24).

Kecelakaan ini mengingatkan kita pada kejadian serupa pada 1958 saat pesawat yang ditumpangi pemain Manchester United gagal lepas landas di Bandara Munich, Jerman. Kala itu, pesawat MU harus transit untuk mengisi ulang bahan bakar dan baru saja terbang dari Beograd, Yugoslavia dalam rangka melawan Red Star Belgrade di Liga Champions.

Chapecoense mungkin tak setenar MU di Eropa dan dunia atau klub Serie A Brasil semisal Sao Paulo, Santos, Flamengo hingga Palmeiras. Namun pencapaian tim ini dalam dua musim terakhir mirip Leicester City yang tengah menapaki tangga kejayaan.

Sejak tahun 1979, klub berjuluk Verdão atau Si Hijau Besar tersebut berkutat di divisi bawah Brasil. Mereka kembali ke Serie A pada 2014 dan bertahan hingga dapat bermain di kompetisi Copa Sudamericana, selevel dengan Liga Europa.

Final melawan Atletico Nacional seharusnya jadi laga terpenting dalam sejarah mereka, karena inilah final pertama dalam sejarah klub sejak didirikan pada 1973 silam.

Reaksi Dunia

Kecelakaan pesawat di penghujung tahun 2016 ini meninggalkan duka untuk masyarakat sepak bola dunia, tak terkecuali tim-tim di Eropa serta pemainnya. Semua elemen bereaksi, mulai dari ucapan belasungkawa hingga inisiatif beberapa klub agar meminjamkan pemain mereka untuk musim 2017-2018.

"Kami semua di Manchester United mengucapakan bela sungkawa pada @ChapecoenseReal dan semua pihak yang mengalami dampak pada tragedi di Kolombia," tulis Manchester United di akun Twitter @ManUtd.

Senada dengan MU, Barcelona, Real Madrid hingga tim Italia AC Milan juga turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami Chape ini. Pada pertandingan melawan Crotone di pekan ke-15 Serie A, Milan bahkan mengenakan jersey spesial untuk mengenang korban tragedi Chapecoense.

Kembali ke dalam negeri, klub-klub Liga Brasil sepakat untuk memberikan bantuan berupa; (i) pinjaman gratis pemain untuk musim 2017-2018, dan; (ii) permintaan resmi kepada Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk tidak mendegradasi Chapecoense selama tiga musim ke depan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Enam penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat ini mengalami cedera berat. Tiga dari mereka adalah pemain Chapecoense, yaitu bek Alan Ruschel (27) dan Helio Zampier Neto (31), serta kiper Jackson Follmann (24). Ruschel harus menjalani operasi pada tulang belakang dan Neto mengalami cedera di tulang kepala, dada, dan paru-paru. Sedangkan Jackson Follmann, kiper nomor dua Chape, dikabarkan telah menjalani operasi amputasi pada kaki kanannya. Beruntung, Alan Ruschel tidak mengalami cedera yang amat serius bahkan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dia bahkan bersedia hadir dalam pertandingan amal yang diinisiasi pemain Argentina, Andres D'Alessandro untuk para korban kecelakaan pesawat itu."Perasaan ini sangat istimewa, bisa kembali berada di lapangan. Tuhan memberi saya kesempatan kedua. Untuk itu saya harus kuat menghadapi semua tantangan ke depan," kata Ruschel dikutip The Sun.

Halaman
Show All
Risa Kosasih, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan