Kaleidoskop 2016: Keajaiban Portugal dan Dongeng Islandia

Portugal untuk pertama kali sepanjang sejarah menjadi juara.

OlehThomas
Diterbitkan 28 Desember 2016, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dogeng Islandia

Dogeng Islandia

Tak hanya Portugal, Islandia juga mencuri perhatian selama Piala Eropa 2016. Aron Gunnarsson dan kawan-kawan merupakan debutan di ajang empat tahunan ini. Piala Eropa 2016 menjadi turnamen besar pertama yang diikuti Islandia.

Walau baru pertama kali main di turnamen akbar, Islandia sama sekali tidak canggung. Tergabung di Grup F bersama Portugal, Hungaria dan Austria, Islandia bisa finis sebagai runner-up dengan sekali menang atas Austria dan dua kali imbang.

Yang paling sensasional terjadi di babak 16 besar. Islandia di luar dugaan bisa mengalahkan kandidat juara Inggris 2-1 meski sempat tertinggal lebih dulu di awal laga.

Dongeng Islandia harus terhenti di babak perempat final. Islandia tidak berdaya menghadapi kedigdayaan Prancis. Namun dalam laga tersebut Prancis harus bekerja keras sebelum akhirnya menang 5-2.

Sukses Islandia melaju ke perempat final sungguh sangat luar biasa untuk ukuran negara kecil dan debutan. Oleh karena itu, skuat Islandia disambut bak pahlawan saat pulang ke negaranya.

Antoine Griezmann

Antoine Griezmann

Walau gagal menjadi juara Prancis mendominasi penghargaan di Piala Eropa 2016. Penyerang Antoine Griezmann memborong dua gelar individu yakni Pemain Terbaik dan Pencetak Gol Terbanyak.

Sepanjang Piala Eropa 2016, pemain Atletico Madrid itu mencetak enam gol dan dua assists dari 555 menit penampilan di atas lapangan. Griezmann pun dinilai sebagai pemain paling menonjol oleh tim pengamat UEFA yang terdiri dari Alain Giresse dan Sir Alex Ferguson.

Gelandang Portugal Renato Sanches menyabet gelar Pemain Muda Terbaik Portugal. Dia baru berusia 18 tahun saat Portugal menjadi juara. Renato memegang peran cukup penting di lini tengah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan