Dua Sisi Pemain Voli Putri PON Jabar, Cantik Mana?

Voli putri menjadi salah satu cabang olahraga primadona di PON Jabar 2016.

Diterbitkan 25 September 2016, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cabang olahraga voli indoor merupakan salah satu primadona di PON Jabar 2016. Meski masih memasuki babak penyisihan, animo penonton seakan tak pernah sepi. Apalagi saat tim tuan rumah Jabar, tampil.

Warga berbondong-bondong menuju GOR Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Meskipun cuaca terkadang tidak bersahabat akibat hujan yang turun deras, venue voli indoor boleh dikatakan selalu terisi penonton.

Sebagai tuan rumah, Jabar tentu yang paling banyak pendukungnya. Kehadiran mereka tentu saja membangkitkan motivasi para pemain di lapangan. Sebagai balasannya, para pemain pun bakal tampil mati-matian. Ini terlihat dari ekspresi yang mereka tunjukkan saat merebut poin atau melakukan kesalahan.

Tidak hanya tim putra, pemain-pemain voli putri juga sama. Ekspresi yang mereka tunjukkan saat bertanding membuat tampang 'imut' mereka di luar lapangan berubah. Tidak pecaya? Lihat foto-foto di bawah ini:

Kembang Jabar

1. Yolla Yuliana (Jawa Barat)
Wanita berusia 19 tahun ini merupakan salah satu primadona voli indoor di PON Jabar. Memperkuat tim tuan rumah, Yola yang memiliki tinggi badan 180 cm mengemban tugas sebagai Quicker. Serangan-serangan tim tuan rumah sangat bertumpu pada kecepatan penggemar seni merajah tubuh tersebut.

Yolla Yuliana (Helmi Fithriansyah/Liputan6.com)

Selain kemampuannya di dalam lapangan, tampangnya yang cantik membuat Yola tak mudah terlupakan. Yola yang dekat dengan artis sinetron, Ali Syakieb itu juga dikenal sebagai pevoli yang punya banyak fans.

Yolla Yuliana bersama kekasihnya, Ali Syakieb (Helmi Fitriansyah/Liputan6.com)

Di dalam lapangan, totalitas Yola dalam bermain tak perlu dipertanyakan lagi. Dia rela jatuh bangun demi mengadang serangan lawan. Luapan emosinya pun kerap meledak saat berhasil mendulang poin.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

2. Wahida Muntaza (Jawa Barat)Usianya masih 17 tahun. Tampangnya juga imut-imut. Maklum pemain dengan tinggi badan hanya 155 cm, itu masih Anak Baru Gede (ABG)-sebutan bagi remaja tanggung. Meski demikian, pemain yang akrab disapa Tasya itu merupakan tulang punggung pertahanan skuat Jawa Barat. Ya, Tasya berposisi sebagai libero. Menahan gempuran tim lawan, merupakan santapan Taysa di lapangan. Jatuh bangun dalam meredam serangan pertama lawan sudah biasa dilakukannya. Raut kepuasan pun langsung tergambar jelas di wajahnya setiap timnya berhasil mengembalikan serangan lawan dan mengubahnya menjadi poin. Namun di luar lapangan, Tasya tetaplah masih ABG. Wanita pemalu dengan tampang imut-imut.

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan