Sukses

Kisah 2 Anak Indonesia di Pembukaan Olimpiade 2016

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya para atlet Indonesia yang memiliki kesempatan untuk unjuk gigi di pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Faktanya, ada dua anak Indonesia yang juga ikut meramaikan kemegahan seremoni pembukaan multievent empat tahunan tersebut.

Olimpiade 2016 sudah berakhir sejak 21 Agustus 2016. Kontingen Amerika Serikat tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi 46 emas, 37 perak, dan 38 perunggu. Sedangkan Indonesia sukses mengumpulkan satu emas dan dua perak.

Meski sudah berlalu, pengalaman bagi semua orang yang terlibat di sana tentu masih terasa hingga sekarang. Hal itu juga berlaku buat Anthony Sutanto, 10, dan Aretha Maheswari, 11. Keduanya mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjadi pendamping sang pembawa kontingen bendera di Olimpiade 2016 di Estadio Maracana.

Kesempatan itu didapat Anthony dan Aretha lewat program Champions of Play yang digagas McDonald's. Setelah melakukan proses seleksi yang cukup panjang, mereka pun termasuk dalam 100 anak-anak yang dikirim McDonald's ke Rio dari berbagai penjuru dunia.

"Ini adalah program Champions of Play yang kami lakukan setiap tahun. Kami berharap program ini menciptakan anak-anak generasi sehat dan cerita di Indonesia. Semoga kisah dan cerita mereka juga bisa menjadi inspirasi bahwa anak-anak boleh bermimpi apa pun," tutur Caroline Kurnia Jaya, perwakilan McDonald's yang hadir dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Proses pemilihan itu sendiri melibatkan Susi Susanti, mantan atlet bulu tangkis yang sukses menyumbangkan emas pada Olimpiade Barcelona 1992. Untuk Aretha, ia berhak mendampingi kontingen Lithuania dan Bahrain. Anthony jauh lebih beruntung karena bisa mendampingi kontingen Barbados, Indonesia, dan Tonga.

"Tentu bangga dan senang karena itu adalah pengalaman sekali seumur hidup. Selain pengalaman, saya juga mendapat banyak teman di sana. Kebanyakan teman saya dari Australia dan AS. Kalau sama anak-anak dari Brasil, saya susah berkomunikasi karena mereka berbahasa Portugis," kata Anthony.

Aretha juga menceritakan pengalaman uniknya dengan anak-anak dari Brasil. Karena terkendala masalah bahasa, ia pun berkomunikasi dengan bahasa isyarat. "Jadi kalau saya mau main kejar-kejaran sama mereka, saya colek saja terus langsung lari. Kalau diajak mengobrol, saya cuma bisa bilang yes, no, atau oke."

Setelah tiba di Rio, keduanya sempat berlatih selama dua hari sebelum menjadi pendamping kontingen. Awalnya, mereka mengaku sangat gugup. "Tetapi, pas saya mulai jalan di Maracana, udah enggak tegang lagi," kata Aretha.

Program Champions of Play sendiri sudah digulir McDonald's sejak Olimpiade London 2012. Nantinya, program yang berhadiah mengirim beberapa anak itu juga akan dilakukan di Piala Dunia 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020.