Liputan6.com, Madura -
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Fabiano dan Bayu Gatra menjadi pemain penting Madura United.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1249133/original/071938300_1464601100-Madura_United.jpg)
Liputan6.com, Madura -
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
an Madura United terhadap Fabiano dibuktikan setelah pemain yang juga menjabat sebagai kapten tim itu tercatat selalu turun disemua laga Madura United pada putaran pertama. Memiliki postur tubuh yang tinggi menjulang, Fabiano selalu bisa memenangi duel di udara.  Tak hanya itu, mantan pemain Persija Jakarta ini juga hebat ketika menghentikan serangan dari bola bawah. Hal itu dibuktikan setelah persentase tekel Fabiano mencapai 67 persen.  Tak hanya diandalkan dalam bertahan, Fabiano juga memiliki insting yang bagus dalam membantu penyerangan. Kendati baru mencetak satu gol sejauh ini, Fabiano kerap membuat bek-bek lawan jatuh bangun untuk menghentikannya ketika dia maju kedepan untuk menyongsong umpan dari bola mati.  2. Ahmad Maulana  Menyebut Ahmad Maulanda sebagai Fellaini-nya Indonesia memang tidak terlalu berlebihan. Pasalnya, selain bentuk rambut dan postur yang hampir sama, Ahmad juga berposisi sebagai gelandang tengah, sama seperti gelandang asal Belgia itu ketika bermain.  Kontribusi Ahmad bagi lini tengah Madura United pada putaran pertama juga bisa terbilang besar. Sebab, dia adalah pemain pertama yang bertugas untuk menghentikan serangan lawan dari lapangan tengah.  Pemain dengan peran seperti ini biasanya dituntut memiliki kemampuan tekel yang baik. Ahmad bisa menjawab itu setelah data statistik memperlihatkan persentase keberhasilan tekelnya mencapai 57 persen.  Tak hanya bertugas sebagai gelandang bertahan, Ahmad juga piawai dalam membangun serangan. Kendati belum mampu membuat assist sejauh ini, Ahmad patut mendapatkan pujian setelah akurasi operannya mencapai 87 persen. 3. Bayu Gatra Sanggiawan  Sama seperti Fabiano Beltrame, Madura United juga sangat tergantung terhadap Bayu Gatra pada putaran pertama. Hal itu terbukti setelah mantan pemain Sriwijaya FC ini selalu turun dalam semua laga Sapeh Kerab di putaran pertama.  Berposisi sebagai sayap kanan, Bayu memiliki gaya bermain mengandalkan kemampuan dribelnya yang berada di atas rata-rata. Jadi tak jarang melihat Bayu mampu melewati satu sampai dua pemain lawan. Bayu memiliki sukses dribel sebesar 54 persen.  Talentanya itu yang membuat Bayu sejauh telah mencetak dua gol dan dua assist dari 17 pertandingan untuk Madura United. Sayangnya, jika melihat dari data statistik, angka-angka yang diraih Bayu tidak yang cukup baik di TSC 2016.  Akurasi tembakan Bayu hanya menyentuh angka 41 persen. Sementara akurasi operannya lebih baik setelah meraih 68 persen. 4. Pablo Rodrigues Aracil  Jika hanya diperbolehkan menyebut satu pemain yang paling berjasa terhadap keberhasilan Madura United menyabet gelar juara paruh musim, maka nama Pablo Rodrigues berada di daftar paling atas.  Kendati baru pertama kali mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia, Pablo sukses menunjukkan kualitas berkat gol-golnya. Penyerang asal Spanyol itu saat ini berada di peringkat kedua daftar top skorer TSC 2016 dengan torehan 11 gol. Dia hanya kalah dari penyerang Barito Putera, Alan Junior yang membuat 12 gol.  Data statistik yang dilansir Labbola, memperlihatkan bahwa akurasi tembakan Pablo mencapai 64 persen dan akurasi operannya mencapai 75 persen.  Kontribusi Pablo untuk Madura United memang sangat besar. Pasalnya, tak hanya bertugas untuk mencetak gol, penyerang jangkung ini juga sering dijadikan tembok pemantul bola untuk membantu rekan-rekannya mencetak gol dari lini kedua. Oleh sebab itu, catatannya assist Pablo bisa dibilang lumayan setelah mampu membuat tiga assist bagi Madura United.  (Penulis: Yosef Deny Pamungkas)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262510/original/043477700_1781827837-AP26169828495121-Kanada_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542959/original/069384900_1775008055-Italia_vs_Bosnia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263474/original/094364200_1781931705-paraguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415599/original/012053300_1782300444-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263847/original/059626700_1782021744-000_B7RA6W8.jpg)