6 Transfer Paling Kontroversial Sepanjang Masa

Bursa transfer merupakan sesi yang paling ditunggu pecinta sepak bola.

Diterbitkan 25 Juli 2016, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa transfer merupakan sesi yang paling ditunggu pecinta sepak bola. Biasanya, banyak pemain bintang yang membuat kejuatan dengan hengkang ke klub yang tidak terduga.

Pada bursa transfer musim panas kali ini misalnya. Pemain asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic memilih meninggalkan klub yang sudah dibelanya dalam empat musim terakhir, Paris Saint-Germain (PSG). 

Baca Juga

  • Jago Bajak Pemain, 8 Bintang Ini Akhirnya Gabung Chelsea
  • Model Argentina Layani Nafsu Seks Pemain Madrid dan Barcelona
  • Kiper Cantik Timnas AS Punya Cara Unik Perangi Virus Zika

Ibrahimovic memilih hengkang ke klub yang tidak bermain di Liga Champions musim depan, Manchester United. Pria berusia 34 tahun tersebut menyepakati kontrak bersama MU selama semusim.

Tidak hanya itu, gelandang Juventus, Paul Pogba juga bisa menjadi pemain termahal di dunia bila menerima tawaran dari MU. Setan Merah (sebutan MU) mengajukan tawaran hingga 120 juta euro atau senilai dengan Rp 1,8 triliun.

Sebelumnya ada beberapa transfer pemain yang mengejutkan. Siapa saja? Simak di halaman selanjtunya.

Luis Figo

Luis Figo

Pada Juli 2000, Luis Figo membuat kesal fans Barcelona. Pemain legendaris Timnas Portugal itu memilih hengkang ke musuh bebuyutan Barcelona di Spanyol, Real Madrid. Ketika itu, Figo menjadi pemain termahal dunia dengan banderol 37 juta pounds.

Jelas saja kepindahan Figo ke Santiago Bernabeu Stadium membuat fans Barcelona naik pitam. Penggemar Los Blaugrana --sebutan Barcelona-- mencap Figo sebagai penghianat.

Fans Barcelona pun mengungkapkan kekesalannya kepada Figo saat pertandingan melawan Real Madrid di Camp Nou Stadium, 21 Oktober 2000. Ketika Figo sedang mengeksekusi tendangan penjuru, fans Barcelona melempar kepada babi ke arahnya.

Carlos Tevez

Carlos Tevez

Striker asal Argentina, Carlos Tevez merupakan pemain yang dicintai fans Manchester United pada 2007 hingga 2009. Dia juga membantu Setan Merah (sebutan MU) memenangkan Liga Champions 2008 setelah mengalahkan Chelsea di Moskow dalam drama adu penalti.

Namun rasa cinta fans MU berubah menjadi kebencian pada 14 Juli 2009. Tevez memilih hengkang ke seteru abadi MU, Manchester City. Ketika itu, Tevez kesal karena MU terlalu lama memberikan kontrak baru untuknya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Ferguson sempat mengatakan pada saya bahwa mereka bakal membeli hal saya (dari pihak ketiga Media Sports Investment) dan bertahan di Old Trafford. Tapi, saya hanya mendengar tentang hal itu selama setahun tanpa ada bukti nyata," ucap Tevez. "Kemudian, saya memilih pergi ke City dan MU malah mengeluh. Saya tidak punya pilihan untuk menandatangani kontrak dengan MU. Sebab, saya free transfer," katanya. Tevez bersama City hingga 2013 dan sukses mempersembahkan gelar Liga Premier Inggris dan FA Cup. Pada 26 Juni 2013, Tevez memilih untuk meninggalkan Manchester dan hengkang ke Juventus.

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan