5 Momen Menarik El Clasico Indonesia: Persib Vs Persija

Bambang Pamungkas merupakan salah satu pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak melawan Persib.

Diterbitkan 13 Juli 2016, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dua Pemain Asing Tolak Lebak Bulus

3. Dua Pemain Asing Menolak Bermain di Lebak Bulus.

Stadion Lebak Bulus memang menyimpan banyak kenangan bagi laga bertajuk Derby Klasik ini. Jarak tribun yang dekat dengan lapangan membuat teror dari penonton sangat terasa bagi tim lawan yang bertanding.

Salah satu kejadian terjadi pada gelaran Liga Indonesia musim 2007. Dalam perjalanan menuju Stadion Lebak Bulus, Persib mendapat teror yang tak patut dicontoh dari pendukung Persija yang melempari bus pemain dengan batu.

Kondisi ini membuat dua pemain Persib, Riduan Barkouwi dan Cristian Bekamenga menolak untuk bermain. Seperti dikutip dari laman pribadi Bambang Pamungkas, kapten Persija itu bahkan sampai harus datang ke kamar ganti Persib untuk membujuk kedua pemain asing tersebut.

4. Bus Pemain Berganti dengan Kendaraan Taktis (Rantis)

Bukan rahasia lagi jika rivalitas kedua pendukung yaitu Jakmania dan Bobotoh telah menjurus ke hal negatif. Bermodal rasa fanatik yang berlebihan terhadap klub yang dicintai tak jarang membuat kedua pendukung ini seringkali terlibat keributan.

Bahkan tak hanya keributan antarsuporter, bus pemain juga kerap menjadi target amarah suporter dalam perjalanan menuju stadion. Menyikapi ini pihak keamanan selalu mengerahkan rantis untuk menjamin keselamatan pemain dan juga staf pelatih.

Bahkan dalam beberapa tahun belakangan, kendaraan ini menjadi bus wajib saat menggelar laga yang mempertemukan Persib melawan Persija. Biasanya kendaraan rantis akan mengantar para pemain dan pelatih hingga memasuki stadion menuju ruang ganti. Usai bertanding, rantis tetap diandalkan membawa para pemain keluar dari Stadion.

5. Kesalahan Roy Suryo menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Persija menjamu Persib di Stadion Maguwoharjo pada lanjutan Liga Indonesia 2013. Laga usiran ini dihadiri oleh pendukung Jakmania, Bobotoh dan juga pendukung Slemania.

Adanya kedua suporter dalam satu stadion memang sangat rawan rusuh mengingat rivalitas panas keduanya. Benar saja, laga baru berjalan 17 menit, wasit harus menghentikan pertandingan karena terjadi kericuhan suporter.

Penghentian laga kali kedua terjadi pada menit ke-60 saat Ismed Sofyan melakukan sepak pojok. Namun, Ismed mendapat gangguan dari penonton yang membuat laga berhenti beberapa saat.

Wasit menghentikan laga ketiga kalinya pada menit ke-73. Namun empat menit kemudian, pertandingan kembali bisa berlanjut hingga selesai.

Selain penghentian laga sebanyak tiga kali, laga ini juga diwarnai kejadian unik saat Roy Suryo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga lupa lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya saat berusaha melerai kedua suporter yang berseteru. (Penulis: Yosef Deny Pamungkas)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan