Sukses

Ini Penyebab Bentrok di Markas Gresik United Versi PS TNI

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Persegres Gresik United melawan PS TNI di Stadion Tri Dharma, Gresik, sempat terhenti beberapa menit gara-gara bentrok antarsuporter. Akibat kejadian ini, sejumlah Ultrasmania, julukan fans GU terluka dan harus mendapat perawatan di RSUD Ibnu Sina, Gresik.

Media Officer PS TNI, Djoko Purwoko menjelaskan, bentrok berawal dari kehadiran suporter PS TNI di sektor 5 Stadion Tri Dharma. Mereka tidak sadar kalau ternyata lokasi tersebut selama ini telah menjadi daerah teritorial kelompok garis keras alias Ultras Gresik United.

"Sederhananya dari awal kami tidak dijelaskan sektor untuk suporter PS TNI di mana, kelompok lawan di mana. Ternyata, di sektor 5 biasanya dijadikan lokasi Ultras mendukung Gresik," kata Djoko Purwoko saat dihubungi Liputan6.com, pada Senin (23/5/2016).

Menyadari kehadiran suporter lawan, fans tuan tidak terima dan mulai melakukan aksi provokasi. Menurut Djoko, suporter GU mulai mencopot bendera PS TNI dan menyanyikan lagu-lagu yang mengejek tentara. Aksi ini membuat suporter PS TNI kesal. Mereka lalu beramai-ramai mengejar salah seorang pendukung GU yang dianggap sebagai provokator dan menyebabkan suasana kaos.

Sebagian fans Gresik United akhirnya memilih menyelamatkan diri ke tengah lapangan. Situasi ini kemudian memaksa wasit menghentikan pertandingan PS TNI Vs GU. "Kami turun ke bawah karena mengejar satu orang provokator. Dia ditangkap pada saat itu juga," tutur Djoko Purwoko.

Djoko menambahkan, setelah kejadian, pihaknya langsung menemui pentolan suporter GU. Namun menurutnya, mereka tidak mengenal pria yang dianggap sebagai provokator tersebut.

Pertandingan sendiri berakhir tanpa gol. Lima kartu kuning dilayangkan wasit Fariq Hitaba dalam pertandingan yang sempat tertunda selama 30 menit ini. Menurut Djoko, usai pertandingan, manajemen PS TNI lalu melakukan pembicaraan dengan beberapa pentolan suporter tuan rumah.

"Mereka merasa bukan suporter Gresik, kami juga tak ada bukti. Kami tidak akan memperpanjang ke Komisi Disiplin karena kami ingin suasana sepak bola tetap bagus," tutur Djoko.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS