Bola Itu Bulat, tapi Siapa Penemunya?

Zaman dahulu, bola yang digunakan pernah dibuat dari bahan dasar kantong kemih hewan.

Diterbitkan 16 Februari 2016, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di Italia pada tahun 1600, mereka menggunakan kantong kemih babi sebagai bola yang digunakan untuk sepak bola.(capital-balls)Sedangkan di Mesir bola yang digunakan berbahan dasar kain. Mereka juga membuat bola dari bahan kulit hewan untuk meningkatkan daya pantulnya. Bahan yang sama juga digunakan oleh bangsa Yunani kuno. Bedanya, di negeri para dewa ini, mereka mengisinya dengan rambut.Bola di Abad Pertengahan Memasuki era ini, bola sudah dikenal sebagai olahraga yang sangat populer. Karena itu, banya upaya dan tenaga yang dikerahkan untuk merancang bola yang digunakan.Di kawasan Eropa, kantong kemih menjadi material yang banyak digunakan saat itu. Di Italia pada tahun 1600, mereka menggunakan kantong kemih babi sebagai bolanya.Namun bola kantung kemih punya banyak kelemahan. Selain gampang tertusuk, bentuknya tidak beraturan. Untuk mengakalinya, bola jenis ini kemudian dilapisi kulit sehingga tidak mudah rusak dan lebih bulat.

Bola di Era Modern

Seiring perkembangan zaman, popularitas sepak bola juga semakin bertambah. Bahkan mulai tahun 1800, olahraga ini semakin terkenal dan mulai memasuki level profesional.Begitu juga dengan teknologi pembuatan bola, kian berkembang pesat.Tahun ini merupakan momen signifikan bagi pengembangan sepak bola. Di tahun ini jugalah babak pertama pembuatan bola dilakukan oleh pria bernama, Charles Goodyear. Melalui tangannya, bola yang dipakai untuk olahraga sepak bola untuk pertama kalinya berbentuk bundar.Goodyear memecahkan masalah yang selama ini dialami bola sebelumnya. Dengan teknik vulkanisasi, Goodyear menciptakan karet yang padat dan tahan lama, tapi tidak kehilangan daya pantulnya.Hingga pertengahan tahun 1800, belum ada ukuran dan bentuk baku sebuah bola. Dimensinya bergantung kantung kemih hewan yang digunakan. Namun dengan teknik yang dilakukan Goodyear, ukuran dan bentuk bola sudah bisa disesuaikan.

Seiring perkembangan zaman, bola semakin modern. Bola sudah dilapisi kulit agar tidak mudah rusak dan menjaga bentuknya tetap bundar. (fastcodesign.com)Jadi pada tahun 1872, Asosias Sepak Bola Inggris (FA) mengeluarkan standar, bola harus bundar dan berdiamter antara 27-28 inci. Dan ukuran ini masih berlaku hingga saat ini.Spesifikasi ini bertepatan dengan bola karet Charles Goodyear. Karena itu, wajar bila dia dianggap sebagai penemu bola modern yang bentuknya benar-benar bundar.

Meski Goodyear sudah memperkenalkan bola dari bahan karet, namun kehadiran bola kulit masih tetap bertahan. Bahkan hadirnya Liga Inggris pada tahun 1888 telah memacu produski massal bola jenis ini.Bola pada era ini dibentuk dari beberapa panel kulit murni yang disusun di bagian permukaan untuk melindungi kantung kemih tetap utuh. Jenis ini pernah digunakan pada Piala Dunia 1930.Seiring perkembangan zaman, bola juga bertambah canggih. Pada tahun 1950, sudah ditemukan bola yang tahan air yang menggunakan cat sintetis. Jahitan juga dihilangkan agar permukaan bola lebih halus dan mudah dikontrol. Pada tahun 1951, bola yang berwarna putih dibuat agar pemain dan penonton lebih mudah melihatnya. Sedangkan saat musim bersalju tiba, maka bola berwana oranye yang biasa dipergunakan.

Pengaruh Piala Dunia

Warna hitam-putih yang menjadi ikon bola hingga saat ini, pertama kali dibuat oleh adidas tahun 1970. Bola ini dibuat khusus untuk Piala Dunia 1970 dan terdiri dari 32 panel yang dicat dengan warna hitam dan putih. Di setiap bola terdapat 20 panel berwana putih dan 12 panel hitam.Bola ini dinamai Telstar karena bentuknya yang menyerupai satelit komunikasi yang diluncurkan NASA 1962 lalu. Warna bola membuatnya lebih terlihat pada televisi hitam-putih pada masa itu.Telstar kembali digunakan pada Piala Dunia 1974 dan menjadi bola pertama yang dideklarasikan FIFA sebagai bola resmi.Bola dengan 32 panel ini terus bertahan, hingga pada Piala Dunia 2006, adidas kembali memperkenalkan bola 14 panel yang disebut Teamgeist. Dalam bahasa Jerman, Teamgeist berarti semangat tim.

Telstar, bola berbahan kulit dengan 32 panel yang digunakan pada Piala Dunia 1974 (www.soccerballworld)Dengan jumlah panel yang lebih sedikit membuat permukaan bola lebih halus. Seluruh panel tidak dijahit, tapi tetap tetap menyatu dengan baik.Sedangkan pada Piala Dunia 2010, Adidas kembali meluncurkan bola dengan 8 panel yang dinamai Jabulani atau perayaan dalam bahasa Afrika Selatan. Jumlah panel yang lebih sedikit dan bahan polyurethane yang lebih baik meningkatkan kinerja dan tampilan bola.Sejumlah prototipe bola-bola masa depan telah dibuat dengan teknologi mencengangkan. Sebuah bola yang dinamai CTRUS tidak lagi diisi dengan udara dan bisa berubah warna saat bola keluar dari lapangan pertandingan atau melewati garis gawang. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan