Bola Itu Bulat, tapi Siapa Penemunya?

Zaman dahulu, bola yang digunakan pernah dibuat dari bahan dasar kantong kemih hewan.

Diterbitkan 16 Februari 2016, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kalimat 'bola itu bulat' selama ini dikenal sebagai pameo yang menggambarkan sulitnya menebak hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola. Tim yang sejak awal mendominasi jalannya laga, tidak otomatis bakal keluar sebagai pemenangnya. Kalah atau menang itu terkadang hanya ditentukan dalam waktu tiga menit saja. Seperti yang tertulis pada puisi JohanCruyff yang dikutip dari pengantar buku Sindhunata berjudul 'Bola di Balik Bulan'. Bunyinya kira-kira seperti ini:

"In each game there only three minutes and those of course subdivided into moments that really matter. In three minutes you win or lose".

Bola itu memang bulat. Tak bersudut. Bagian manapun bisa menjadi pangkal dan ujung.

Satu tim bisa saja di atas angin dan mengira mereka bakal memenangkan pertandingan. Namun dalam waktu singkat mimpi itu sirna dan berganti kekalahan, seperti yang dialami Bayern Muenchen di final Liga Champions 1999. Hanya dalam waktu 112 detik Manchester United merebut kemenangan dari tangan The Bavarian. Menebak hasil akhir pertandingan memang rumit. Apapun bisa terjadi di lapangan mengikuti pameo bola itu bundar.Namun bukan urusan tebak-tebakan itu saja yang rumit. Sejarah bola itu sendiri juga sulit dimengerti. Tidak jelas titik pangkalnya. Siapa yang menciptakan bola pertama kali juga masih jadi misteri layaknya hasil akhir sebuah pertandingan.

Sepak bola Tiongkok zaman dulu dikenal dengan sebutan CujuSulitnya sejarawan menentukan penemu bola tak lepas dari sejarah panjang permainan sepak bola sendiri. Tidak jelas titik pangkalnya. Berbagai sumber menyebutkan bahwa, sepak bola telah ada sejak awal peradaban manusia dimulai.Sejak itu, bola yang dugunakan juga terus berevolusi. Bentuknya berbeda-beda dan menggunakan bahan yang berbeda pula.Sejauh ini, bola tertua yang pernah ditemukan dibagi dalam dua kategori. Pertama adalah berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuatnya bundar. Sedangkan kategori kedua, bola yang telah diisi dengan udara di dalamnya.

Bola Kuno

Bola pertama dalam sejarah ditemukan saat peradaban kuno, 3000 tahun yang lalu. Tiongkok, Aztec dan Suku Indian Maya, dan Mesir berkontribusi besar bagi penemuan bola pertama di dunia.Di Tiongkok, bola yang digunakan terbuat dari kulit hewan yang dibalut hingga berbentuk bundar. Bola ini lantas digunakan dalam permainan yang zaman itu dikenal dengan sebutan cuju.Bola yang digunakan suku Maya dan Indian Aztec di Amerika Tengah beda lagi. Mereka sudah mengenal bola yang terbuat dari karet yang dibentuk dari bahan lateks.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sedangkan di Mesir bola yang digunakan berbahan dasar kain. Mereka juga membuat bola dari bahan kulit hewan untuk meningkatkan daya pantulnya. Bahan yang sama juga digunakan oleh bangsa Yunani kuno. Bedanya, di negeri para dewa ini, mereka mengisinya dengan rambut.Bola di Abad Pertengahan Memasuki era ini, bola sudah dikenal sebagai olahraga yang sangat populer. Karena itu, banya upaya dan tenaga yang dikerahkan untuk merancang bola yang digunakan.Di kawasan Eropa, kantong kemih menjadi material yang banyak digunakan saat itu. Di Italia pada tahun 1600, mereka menggunakan kantong kemih babi sebagai bolanya.Namun bola kantung kemih punya banyak kelemahan. Selain gampang tertusuk, bentuknya tidak beraturan. Untuk mengakalinya, bola jenis ini kemudian dilapisi kulit sehingga tidak mudah rusak dan lebih bulat.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan