Berubah Posisi, 5 Pemain Ini Jadi Legenda

Scholes awalnya penyerang. Pirlo menjulang usai diubah posisinya oleh Ancelotti.

Diterbitkan 22 Januari 2016, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pemain sepak bola yang mengetahui persis kemampuan dan bakatnya. Pemain-pemain ini terus mengasahnya, hingga kemudian mampu mencapai puncak kariernya.

Namun, tak sedikit pula pemain yang tidak menyadari kemampuan terbaiknya. Mereka bahkan butuh bantuan pelatih untuk mendapatkan performa terbaiknya. Dalam hal ini soal posisi. Ya, posisi.

Baca Juga

  • Chelsea Mulai Negosiasi dengan Pato
  • Nil Maizar: Semangat Juang Semen Padang Militan
  • 5 Penyerang Bidikan MU di Akhir Januari

Banyak pemain yang kemudian muncul menjadi bintang, bahkan legenda, setelah berubah posisi di lapangan. Gareth Bale, yang kini bermain di Real Madrid, adalah salah satunya.

Saat mengawali karier di Southampton, Bale muda adalah seorang bek kiri. Namanya mulai mencuat saat bergabung dengan Tottenham Hotspur dan bermain di posisi gelandang kiri.

Kini bersama Madrid, Bale malah makin kinclong sebagai sayap kiri. Dia juga sangat produktif lantaran telah mencetak 13 gol sepanjang Liga Spanyol musim ini. Tak heran, di tim nasional Wales, dia juga kerap dimainkan sebagai striker.

Di bawah ini lima pemain yang kemudian jadi legenda setelah berubah posisi:

Andrea Pirlo

1. Andrea Pirlo

Awalnya Andrea Pirlo dikenal sebagai gelandang serang saat membela Brescia di Liga Italia. Trequartista, tepatnya. Ia diberikan posisi sebagai pemain yang beraksi di belakang dua penyerang.

Namun, lantaran ketika itu ada Roberto Baggio, karier Pirlo pun agak tersendat. Begitu pula saat pindah ke Inter Milan. Dengan posisi sama, nama Pirlo masih belum dikenal.

Andrea Pirlo (AFP/Damien Meyer)

Namanya menjulang saat bergabung dengan AC Milan pada 2001. Di Milan, posisinya diubah oleh pelatih Carlo Ancelotti. Pirlo tak lagi bermain di belakang dua penyerang, melainkan di depan empat bek sejajar. Deep-lying playmaker istilah kerennya.

Bersama Milan, Pirlo memenangkan dua scudetto dan dua gelar Liga Champions. Pirlo juga jadi bagian penting saat Italia memenangi Piala Dunia 2006.

Kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan bebas makin membuat karier Pirlo bersinar. Pun saat dia bergabung dengan Juventus pada 2011-2015. Kini Pirlo merumput di Liga Amerika Serikat bersama New York City.

Thierry Henry

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

>2. Thierry HenryThierry Henry mungkin tak akan jadi legenda Arsenal, jika Arsene Wenger tak mengubah posisinya. Saat bergabung dengan Arsenal, 1999, Henry dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan.Namanya memang sempat menjulang bersama AS Monaco. Namun saat diboyong Juventus tahun 1999 dengan posisi tersebut, nama Henry justru tenggelam. Dia bahkan tak sampai semusim membela Juventus karena Wenger kemudian memboyongnya ke Arsenal. Wenger lalu memainkan Henry sebagai penyerang. Henry pun berubah menjadi "monster" di muka gawang lawan. Arsenal dua kali dibawanya menjadi juara Liga Primer. Henry sendiri empat kali tampil jadi pencetak gol terbanyak Liga Primer.Hingga kini Henry masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Arsenal sepanjang masa. Selama periode 1999-2007, dia mencetak total 228 gol di semua ajang.Lepas dari Arsenal, Henry bergabung dengan Barcelona. Dia pensiun di klub Amerika Serikat New York Red Bulls pada 2014. Pada 2012, Henry sempat dipinjamkan ke Arsenal. Namun, ketika itu dia tak terlalu sukses.

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Marco Tampubolon, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan