Pada giornata ke-16 musim 2001-02, La Vecchia Signora juga berada di posisi keempat dan tertinggal 6 angka dari Inter. Bedanya, mereka hanya mengumpulkan 28 angka. Dalam sisa perjalanan musim itu, Juventus memang hanya dua kali menjadi capolista. Namun, satu capolista diraih tepat pada pekan terakhir yang berarti Scudetto.
Cerita berulang pada musim berikutnya. Kali ini, dengan koleksi 32 poin, Juventus tertinggal enam angka dari Milan yang berada di puncak klasemen giornata ke-16. Keadaan berubah pada pekan ke-21. La Vecchia Signora merebut capolista dan tak tergeser hingga akhir musim.
LO SPIRITO JUVE
Bukan hanya deja vu itu yang menjadi modal Juventus. Menurut Allegri, kebangkitan Pogba cs saat ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, keseimbangan yang tercipta lewat beberapa penyesuaian setelah kekalahan dari Sassuolo pada pekan ke-10. Kedua, kesembuhan para pemain yang sempat dibekap cedera. Ketiga, Lo Spirito Juve, semangat pantang menyerah khas Juventus.
“Para pemain tampil brilian, kompak, dan bermain dengan hati,” kata Allegri usai kemenangan atas Fiorentina. Mengenai kebangkitan yang terjadi setelah laga kontra Sassuolo, dia antara lain berujar, “Kami perlu mempertahankan etos kerja yang telah ditunjukkan akhir-akhir ini dan yang paling penting, mempertahankan semangat luar biasa di ruang ganti.”
Semangat dan etos kerja luar biasa itu bukan hanya ditunjukkan para pemain inti. “Semua pemain di skuat menunjukkan iktikad membuat kontribusi besar setiap kali bangkit dari bangku cadangan,” lanjut mantan allenatore Milan tersebut.
Semangat pantang menyerah ala Juventus itu diakui striker Paulo Dybala. “Keberanian dan hasrat menang kami begitu membara pada malam ini,” ungkap dia usai laga kontra I Viola.
Selain kemenangan atas tim-tim kuat, bukti lain Lo Spirito Juve adalah keberhasilan bangkit dari ketertinggalan dalam tiga kesempatan. Kala menghadapi Bologna, Empoli, dan Fiorentina, gawang Gianluigi Buffon selalu kebobolan lebih dulu. Namun, pada akhirnya, ketiga laga itu berhasil dimenangi dengan skor identik, 3-1.
Terlepas dari ketiga faktor itu, di mata Roberto Mancini, allenatore Inter, Juventus pada dasarnya tetaplah tim kuat. Itu sebabnya dia tak memandang remeh kala Juventus terpuruk. Mancini tetap menganggap La Vecchia Signora sebagai tim terbaik di Italia. Penilaiannya kian kuat setelah Juventus menahan Inter.
Awal Desember lalu, Mancini kembali mengutarakan hal itu. “Juventus kembali ke perburuan juara dan itu tak mengejutkan saya. Mereka kehilangan tiga pemain hebat, tapi juga mendatangkan empat atau lima pemain hebat lainnya,” tutur dia.
BOMBER PENENTU
Bila kemudian Juventus mengulang kisah musim 2001-02 dan 2002-03, Inter wajib meratapi kegagalan merekrut Dybala. Seperti diakui Marco Fassone, eks Direktur Umum Inter, Dybala sebenarnya hampir berbaju La Beneamata. Namun, mereka menyerah ketika Juventus mengajukan tawaran lebih tinggi kepada Palermo. Kini, Dybala menjadi aktor penting kebangkitan La Vecchia Signora.
Gol-gol anak muda asal Argentina itu mewarnai geliat Juventus sejak pekan ke-11. Dalam lima laga terakhir di Serie A, dia hanya gagal membobol gawang eks klubnya, Palermo. Dia pula yang menjadi pemutus kebuntuan Juventus ketika menjamu Milan pada pekan ke-13. Satu golnya membuat sang tamu urung mencuri poin.
Setelah laga kontra I Viola, Allegri tak kuasa menyanjung sang striker. “Dybala terus berkembang dari laga ke laga pada saat ini dan saya tak ragu bahwa dia akan menjadi pemain yang luar biasa,” katanya.
Di samping Dybala, sosok lain yang tak bisa dikesampingkan adalah Mario Mandžukić. Sejauh ini, striker asal Kroasia itu memang baru mengemas empat gol atau setengah dari koleksi Dybala. Namun, gol-gol eks bomber Atletico Madrid tersebut memiliki nilai tinggi. Setiap kali Mandžukić mencetak gol, La Vecchia Signora selalu memetik kemenangan.
Dalam enam pertandingan terakhir, tiga gol Mandžukić sangat krusial. Kala melawan Empoli, Mandžukić mencetak gol penyeimbang 1-1 yang menjadi fondasi kemenangan 3-1. Di kandang Palermo, eks striker VfL Wolfsburg itu menjadi pemutus kebuntuan yang berlangsung selama 54 menit. Golnya membuka kemenangan 3-0. 
Terakhir, kala menjamu Fiorentina, gol Mandžukić pada menit ke-80 membalikkan keadaan. Juventus yang semula tertinggal 0-1 berbalik unggul 2-1 dan lantas menang 3-1.
Keberadaan Mandzukic pun punya makna tersendiri. Di mata Allegri, striker asal Kroasia itu adalah tameng bagi Dybala. Sudah bukan rahasia, Allegri sangat mencemaskan puja-puji dan ekspektasi tinggi yang terarah kepada Dybala. Eks striker Bayern Muenchen ini diharapkan bisa mengambil sebagian beban yang tertumpah ke pundak Dybala.
Bersama kedua bomber penentu itu, harapan La Vecchia Signora untuk juara kembali terbuka. Kans mereka tak lagi nol besar seperti pada pekan ke-6. Setidaknya, pada 1996-97, mereka juara dengan modal serupa sekarang, 30 poin dari 16 laga. (*)
*Penulis adalah pemerhati sepak bola dan komentator di sejumlah televisi di Indonesia. Asep Ginanjar juga pernah jadi jurnalis di Tabloid Soccer.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1077762/original/058899400_1494305672-006352900_1449484037-151110-kolom-bola-03-Asep-Ginanjar-grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1315946/original/086417600_1471000601-Juventus-Logos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446785/original/061710600_1620036403-Logo_inter_milan_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4522412/original/026533500_1690938708-000_Par7865820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232207/original/068944300_1748225346-AP25145705914860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563050/original/055788500_1776845660-000_99HA4AU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294428/original/073096800_1753386837-joao_mario.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5072902/original/026354900_1735610107-mu_VS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546881/original/077247900_1775376912-Kerim_Alajbegovic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355963/original/065313900_1758389466-Francisco_Conceicao_Jean_Daniel_Akpa_Akpro_verona_juventus_paola_garbuioi_lapresse_ap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458940/original/098049400_1767142292-MU_vs_Wolves__4_.jpg)