Saatnya MU Lengserkan Van Gaal?

Sebagai tim besar, MU dianggap gagal memenuhi ekspektasi suporter.

Diterbitkan 15 Desember 2015, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Indikasinya, tak banyak gol dicetak MU. Mereka tercatat sebagai tim yang paling sedikit mencetak gol di posisi lima besar, hanya 21 gol dari 16 laga. Bandingkan dengan Leicester City, di posisi pertama yang mencetak 34 gol.

Kekecewaan juga sudah menjalar ke level suporter. Suara mereka pun seragam: pecat Van Gaal! Beberapa nama mulai mengapung sebagai suksesor Van Gaal. Dua di antaranya Jose Guardiola dan Carlo Ancelotti.

Prestasi Buruk

Prestasi Van Gaal sejak dipercaya melatih MU, 19 Mei 2014, memang tak bisa dibilang bagus. Apalagi jika dibandingkan torehannya bersama klub-klub sebelumnya: Ajax, Barcelona, dan Bayern Muenchen.

Di musim pertama, 2014/15, dia hanya mampu membawa MU menduduki posisi keempat Liga Primer dan tersingkir di perempat final Piala FA.

Bek Manchester United, Marnick Vermijl (kiri), menahan pemain depan Milton Keynes Dons, Benik Afobe, saat berlaga di ajang Piala Liga Inggris, di Stadion MK, London, (27/8/2014). (AFP PHOTO/Carl Court)

Sementara di Piala Liga, nasib mereka lebih tragis. MU sudah tersingkir di putaran kedua, lantaran dipermalukan klub League One (Divisi Dua), Milton Keynes Dons, 0-4.

Musim ini pun, untuk sementara tak lebih bagus. MU berada di peringkat keempat Liga Primer, berselisih enam poin dengan Leicester di puncak klasemen. Selain tersingkir dari Liga Champions, di Piala Liga, mereka juga sudah “masuk kotak”. Lagi-lagi MU kalah dari klub “kasta”-nya lebih rendah, Middlesbrough dari Championship (Divisi Satu).

Pelatih Manchester United, Louis Van Gaal, harus memutar otak pada laga melawan AFC Bournemouth, Minggu (13/12/2015), karena Setan Merah tak bisa menurunkan sembilan pemain. (Reuters/Juan Medina)

Padahal, sejak kedatangannya, MU telah mengeluarkan uang tak kurang dari 260 juta pound (sekitar Rp 5,5 triliun) untuk belanja pemain baru.

Pemain Buangan Bersinar

Iro

nisnya, pemain-pemain “buangan” Van Gaal justru malah bersinar di klub baru mereka. Javier “Chicarito” Hernandez yang bersinar dengan Bayer Leverkusen. Dia telah mencetak 15 gol dari 12 laganya di Bundesliga.

Kiper Manchester United, David de Gea, mengaku masih bingung dengan keputusan klubnya saat menjual Javier Hernandez ke Bayer Leverkusen.

Begitu juga dengan penyerang muda James Wilson, yang disebut Van Gaal tak punya masa depan di MU. Sabtu (12/12/2015) dia turut menyumbang gol saat Brighton and Hove Albion main imbang 2-2 lawan Derby County di Championship.

Padahal, itu adalah laga debut Wilson bersama Brighton. Bukti, bahwa pemain berusia 20 tahun ini bisa langsung beradaptasi dengan skema yang dimainkan pelatih Brighton, Chris Hughton.

Paul Ellis/AFP

Masih Yakin

Men

ariknya, Van Gaal, yang kontraknya baru berakhir 2017 mendatang, mengaku masih yakin dirinya tetap dipertahankan. Dia bahkan sesumbar, MU masih berpeluang jadi juara liga, di akhir musim.

“Bagi saya, yang terpenting komitmen dari seluruh pemain. Jika mereka tetap berada di belakang saya, apa pun bisa kami lakukan,” ujarnya.  


Ekspresi Louis Van Gaal (tengah) di pinggir lapangan pada laga antara Vfl Wolfsburg melawan Manchester United di Volkswagen Arena, Rabu (9/12/2015) dini hari WIB. (Reuters/Juan Medina)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan