Meskipun demikian, Indonesia masih berhasil lepas dari pressing yang diberikan oleh Korea Selatan karena memiliki teknik individu yang baik. Lini tengah Indonesia beberapa kali mampu lolos dari hadangan lawan dengan kecepatan dan kemampuan dribbling yang mereka miliki.
Adam Alis bersama Ahmad Nufiandani menjadi pemain terbanyak di laga itu yang berhasil melewati pemain lawan pada babak pertama, yaitu masing-masing sebanyak tiga kali.
Bersambung ke halaman berikutnya>>
Buruknya ritme permainan Indonesia
Ketika berhasil lepas dari pressing Korea Selatan, Indonesia justru terlalu terburu-buru dalam membangun serangan. Garuda Muda sangat buruk dalam mengontrol tempo dan ritme permainan.
Pada babak pertama, hanya sebesar 79% dari seluruh umpan yang dilepaskan Indonesia berhasil tepat sasaran. Selain itu, Garuda Muda juga terlalu sering kehilangan bola yakni sebanyak 26 kali.
Buruknya serangan Indonesia dikarenakan tidak adanya pemain yang menjadi penghubung ke lini depan sebagai agen transisi. Sehingga lini tengah Garuda Muda terpaksa melepaskan umpan-umpan panjang langsung ke sayap, terutama ke Ilham Udin yang berada di sisi kiri. Sedangkan Muchlis Hadi terjebak dalam situasi 2-lawan-1 akibat pengawalan ketat kedua bek tengah Korea Selatan. Muchlis Hadi tercatat kehilangan bola sebanyak empat kali pada babak pertama.
Lebarnya jarak antar lini Indonesia
Indonesia bermain kurang proaktif dengan tidak memberikan pressing ke depan dan menumpuk banyak pemainnya di belakang. Hal ini justru menciptakan jarak antara lini tengah dan lini depan menjadi sangat lebar, akibat Muchlis Hadi yang cenderung menunggu dan tidak ikut turun serta Ilham Udin dan Nufiandani yang statis di sisi lapangan.
Jarak antar lini tersebut memberikan Korea Selatan lebih banyak waktu dan ruang untuk menguasai bola dalam membangun serangan. Korea Selatan melalui double pivot bersama kedua bek sayap dengan leluasa mengalirkan bola dan melepaskan umpan-umpan silang berbahaya ke kotak penalti Indonesia. Keempat pemain tersebut berhasil melepaskan 10 dari 18 umpan silang yang dilakukan Macan Putih sepanjang pertandingan.

[Double pivot Korea Selatan dengan leluasa menguasai bola tanpa pressing dari Indonesia]
Skema inipun membuahkan gol bagi Korea Selatan pada menit ke-52. Berawal dari umpan silang di sisi kiri, Jung Seunghyun berhasil melesakkan bola liar dari buruknya antisipasi M. Natshir dalam memotong bola.Â
Bersambung ke halaman berikutnya>>>Â
Blunder perubahan taktik Indonesia
Tertinggal satu gol memaksa Aji Santoso mengubah skema permainan Indonesia menjadi lebih proaktif dalam menekan. Antoni Putra masuk menggantikan Muchlis Hadi sebagai penyerang tunggal.
Sedangkan Adam Alis ditarik keluar digantikan Evan Dimas yang bermain sebagai transisi penghubung lini tengah ke depan. Pergantiaan ini mengubah skema formasi Indonesia menjadi 4-2-3-1, dengan Paulo Sitanggang dan Zulfiandi sebagai double pivot yang ikut naik dan menekan hingga ke sepertiga lapangan akhir.Â

[Gol kedua Korea Selatan; L Chandong dan L Yeongjae berhasil memanfaatkan lubang di depan barisan pertahanan Indonesia melalui skema umpan satu-dua]
Sayangnya, pressing yang diberikan Garuda Muda tidak berjalan dengan baik, tidak satu unit secara kolektif. Para pemain belakang Indonesia bermain terlalu jauh ke dalam dan tidak ikut menekan ke depan, akibat telah kelelahan dalam menerima gempuran Korea Selatan sebelumnya.

[Gol keempat Korea Selatan; Melalui skema serangan balik, L Changmin dengan bebas mengeksploitasi lubang di depan barisan pertahanan Indonesia untuk melakukan tembakan jarak jauh]
Jarak antar lini yang begitu lebar ini menciptakan lubang besar di depan barisan pertahanan Indonesia. Korea Selatan berhasil memanfaatkan situasi ini dengan mengeksploitasi lubang tersebut untuk menciptakan gol tambahan.
Man of the Match: Lee Changmin
Selain menciptakan gol spektakuler di penghujung laga, Lee Changmin merupakan kunci penting dalam kemenangan telak empat gol tanpa balas Korea Selatan atas tuan rumah Indonesia. Ia merupakan roh permainan dari negeri Gingseng.
Lee Changmin dengan leluasa menguasai bola, mendikte permainan dan membangun serangan dari belakang. Ia melepaskan umpan sebanyak 104 kali, dengan persentase keberhasilan mencapai 83%. Dia tercatat berhasil melesakkan umpan silang sebanyak tujuh kali. Kedua jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dari seluruh pemain di laga tersebut.
Selain itu, ia juga sangat disiplin dalam melakukan pressing dan menjadi dinding pertama dari lini pertahanan Korea Selatan. Lee Changmin tercatat sebagai pemain terbanyak yang melakukan percobaan tekel yaitu sebanyak 10 kali.
(Adhitya Warman/Labbola)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/290469/original/098874000_1525878344-20180422_203505.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/840908/original/006217600_1427809214-Indonesia_U-23_vs_Korea_Selatan__foto_7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5475010/original/008134600_1768547586-agenda-john-herdman-25ae4f.jpg)