5 Bintang Sepak Bola Indonesia yang Bangkit dari Keterpurukan

Dian Agus hingga Boaz masuk dalam daftar ini.

Diterbitkan 26 Maret 2015, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Alhasil, Kim pun memilih kembali ke Indonesia. Pria kelahiran Muchlaker sempat mencoba peruntungan mengikuti seleksi pemain futsal Eletric Cosmo. Lagi-lagi nasibnya apes. Mantan pemain Persema Malang ini harus puas tidak masuk dalam proyeksi skuat Electric untuk menghadapi kompetisi futsal Indonesia.

Toh, beragam kegagalan itu tidak membuat Kim putus asa. Buah dari semangat pantang menyerah dan kerja keras akhirnya dipetik gelandang berusia 25 tahun ini.

Kariernya melesat bersama Pelita Bandung Raya berkat polesan Dejan Antonic. Bukan itu saja, mimpinya untuk memperkuat timnas pun kesampaian setelah dipanggil oleh pelatih sementara Benny Dollo.

Lanjut ke halaman berikutnya -->

David Laly

David Laly
Pada 2010 lalu, mantan pelatih Persipura Jayapura Jacksen F. Tiago memberikan pujian setinggi langit kepada David Laly yang baru berusia 19 tahun. Pelatih asal Brasil itu pun meyakini David akan menjadi ikon klub berjuluk tim 'Mutiara Hitam' dengan bakat besar yang dimilikinya.

Namun, pujian Jacksen tidak lantas membuat karier pemuda kelahiran Wamena berjalan mulus. Justru Laly terpaksa hengkang dari Persipura tahun 2013 lalu seiring minimnya menit bermain bersama klub pengoleksi empat gelar juara Liga Indonesia. Persidafon Dafonsoro jadi klub yang menampung pemain serbabisa berusia 23 tahun.

Aksi memikat di Persidafon membuat PBR tertarik memboyongnya ke Bandung. Dan, bersama 'The Boys Are Back', David kembali memperlihatkan kualitasnya seperti yang pernah ditunjukan bersama Persipura.

Perannya tidak tergantikan di sektor sayap kiri PBR. Sejak bergabung dengan PBR tahun 2013 lalu, ia sudah bermain dalam 27 pertandingan dan mencetak dua gol.

Lanjut ke halaman berikutnya -->

Atep

Atep Rizal
ISL 2015 belum bergulir namun nama Atep Rizal sudah semakin harum di kalanngan bobotoh. Pujian mengalir deras ke pemain yang sudah berkostum Persib Bandung sejak 2008 lalu berkat penampilan gemilang di Piala AFC.

Sejauh ini, Atep telah mencetak tiga gol di kompetisi kasta kedua Asia itu. Mengesankannya performa gelandang berusia 29 tahun turut mendongkrak prestasi Persib yang sukses memuncaki klasemen sementara Grup H Piala AFC.

Apa yang ditunjukkan Atep ini seolah menegaskan kebangkitannya. Maklum, musim lalu Atep hanya menjadi pilihan kedua bagi Djajang Nurdjaman.

Inkonsistensi performa memang menjadi persoalan Atep sejak beberapa musim terakhir. Ia memang tampil dalam 28 pertandingan saat Persib juara ISL musim lalu, namun hanya delapan kali dirinya bermain sebagai starter.

Sayangnya, performa apik Atep bersama Persib di pentas Piala AFC tidak cukup untuk membuat pelatih sementara Benny Dollo memasukan namanya dalam skuat timnas untuk menghadapi Kamerun dan Myanmar.

Lanjut ke halaman berikutnya -->

Boaz Solossa

Boaz Solossa
Dua kali karier legenda hidup Persipura Jayapura ini berada di titik nadir akibat cedera patah kaki. Pertama, ia harus menepi 10 bulan akibat tekel sembrono pemain lawan saat timnas menghadapi Hongkong tahun 2007 silam.

Lima tahun berselang cedera serupa kembali didapat Bochi. Tekel keras mantan pemain Persiwa Wamena Onorionde Kughebe John memaksa menepi selama empat bulan.

Dua kali berada di titik nadir dalam karier sepak bolanya, dua kali pula adik kandung Ortizan dan Nehemia Solossa ini bangkit. Striker bernama lengkap Boaz Theofilius Erwin Solossa ini kembali dengan cara terbaik.

Ia merupakan aktor dibalik empat gelar yang diraih Persipura. Bukan itu saja, Boaz juga menyabet tiga gelar top skor dan pemain terbaik kompetisi kasta tertinggi Tanah Air (2008/09, 2010/11. 2013).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Juprianto Alexander SianiparTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan