Oegroseno dan Gatot S Dewa Broto
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/770695/original/025319400_1416800579-d3.jpg)
4.Oegroseno (Mantan Wakapolri)
Komjen. Pol. ( Purn. ) Drs. Oegroseno, SH. adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 2 Agustus 2013 hingga 4 Maret 2014 menjabat Wakapolri. Oegro, begitu dia disapa, merupakan salah satu anggota Polri yang dikenal karena ketegasan, integritas, dan kesederhanannya.
Alumnus Akpol 1978 ini pernah mengenyam jabatan penting di tubuh Polri, diantaranya Kapolda Sulteng, Kadiv Propam Polri, dan terakhir Kapolda Sumut.
5.Gatot S Dewa Broto (Deputi V Kemenpora)
Gatot memulai karir pada Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi pada Juli 1989. Kemudian beberapa jabatan pernah dipegangnya sepertiKepala Seksi Giro, Kepala Seksi Tarif, kemudian Kepala Humas pada 2002-2003 di Ditjen Postel.
Kemudian Pada Juli 2005, Gatot diangkat sebagai Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, yang kemudian ketika per November 2008, Gatot mendapatkan amanah untuk mengepalai Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo. Saat ini ia bertugas sebagai Deputi V Kemenpora.
Imam Prasodjo dan Djoko Susilo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737803/original/060485800_1410857794-i4.jpg)
6.Imam Prasodjo (Sosiolog)
Saat ini ia menjadi dosen tetap fakultas ilmu sosial dan politik (FISIP) Universitas Indonesia .Selain menjadi dosen, Prasodjo juga merupakan ketua dari Yayasan Nurani Dunia,yaitu sebuah yayasan yang berkecimpung dalam bidang sosial dan pendidikan bagi kalangan yang kurang mampu dari segi ekonomi.
Prasodjo memperoleh gelar Ph.D dari Brown University, Rhode Island, Amerika Serikat. Ia kerap kali muncul sebagai narasumber di berbagai acara TV, maupun seminar yang diselenggarakan oleh universitas. Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum pusat masa bakti 1999-2004. Imam juga jarang terdengar terlibat dalam pembicaraan soal sepak bola.
7.Djoko Susilo (Mantan Duta Besar Untuk Swiss)
Djoko Susilo dulunya adalah seorang wartawan di salah satu media cetak nasional. Kemudian berkiprah di politik melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dan kemudian dalam pemilihan wakil rakyat, dia masuk di gedung bundar DPR-RI dan duduk di kursi Komisi I dari F-PAN.
Pada tanggal 21 Januari 2010,pemerintah mempercayakan kepadanya untuk menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Negara Swiss, yang berarti membawa kuasa penuh atas nama Pemerintah dan Bangsa Indonesia.
Yunus Husein dan Eko Tjiptadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/559178/original/091217bfoto-ppatk.jpg)
8.Yunus Husein (Mantan Ketua PPATK)
Ia memulai karier di Bank Indonesia sebagai staf pemeriksa keuangan (1982-1985) hingga memimpin Direktorat Hukum BI (2002). Pada tahun 2002, ia diangkat sebagai kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Salah satu prestasi Yunus saat menjabat PPATK ialah berhasil mengungkap pencucian uang kasus penggelapan pajak yang dilakukan oleh Gayus Tambunan . Setelah dua kali menjabat sebagai kepala PPATK, kini ia kembali bekerja di Bank Indonesia sebagai staf ahli Direktorat Sumber Daya Manusia.
Selain itu, Yunus juga mengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia serta menjadi dosen tidak tetap di beberapa universitas swasta.
9.Eko Tjiptadi (Mantan Direktur Pencegahan KPK)
Ia merupakan salah satu petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eko pun dipilih Menpora karena ia merupakan orang yang berkompeten dalam menguak kasus korupsi.
Baca Juga:
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/778916/original/085257900_1418274755-Imam_Nahrawi_12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386676/original/005834800_1761019701-PSSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340104/original/098283300_1788483435-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_02.18.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539804/original/000101600_1774621490-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212023/original/094942300_1746602724-ferry.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339824/original/037696700_1757130595-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-141__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8226516/original/031332300_1781086646-timnas_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319671/original/067231300_1786265417-WhatsApp_Image_2026-08-09_at_15.15.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327273/original/057541200_1787090211-Foto_1.jpg)