5 Catatan 'Kelam' Sepak Bola Indonesia 2014

Berikut terangkum beberapa catatan buruk dari sepak bola Indonesia sepanjang 2014.

Diterbitkan 23 Desember 2014, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kinerja wasit

2014: Kinerja wasit ISL

Sebagai kompetisi tertinggi tanah air, Indonesia Super League (ISL) juga menuai banyak kontroversi pada gelaran kompetisi musim 2014. Salah satunya adalah kinerja sang pengadil atau wasit yang dianggap banyak 'blunder'.

Pertandingan babak 8 besar ISL antara Persipura Jayapura dan Arema Cronus sempat diwarnai adu jotos antar pemainnya. Kejadian bermula dari bentrok pemain Arema, Dendi Santoso dengan penggawa tim Mutiara Hitam, Ruben Sanadi di pinggir lapangan.

Situasi langsung memanas lantaran penjaga gawang Singo Edan, Kurnia Meiga, hendak memisahkan rekannya itu. Ia malah dicekik oleh ofisial dari tim Mutiara Hitam.

CEO Arema, Iwan Budianto, sempat mengkritik kinerja wasit. Bahkan ia menilai keributan tersebut terjadi akibat buruknya kinerja wasit.

Kejadian yang sama juga terjadi pada laga babak 8 besar ISL lainnya antara Semen Padang kontra Arema Cronus. Di laga itu, wasit meloloskan Kurnia Meiga dari kartu merah usai melanggar penyerang Semen Padang, Osas Saha, dengan keras.

Selain itu, wasit juga tidak memberi penalti pada Semen Padang usai Victor Igbonefo menjatuhkan Esteban Vizcarra secara jelas di dalam kotak penalti.

Timnas gagal total

2014: Kegagalan Timnas meraih trofi

Harapan masyarakat Indonesia sempat memuncak di saat Timnas U-19 meraih trofi Piala AFF U-19 di Sidoarjo pada 2013 lalu. Para bintang Timnas seperti Evan Dimas, Paulo Sitanggang, dan Maldini Pali membuka peluang Indonesia untuk meraih gelar Piala Asia U-19 pada 2014 di Myanmar.

Akan tetapi, skuat asuhan Indra Sjafri itu ternyata tidak mampu menyumbangkan gelar di ajang yang ditunggu-tunggu itu. Mereka gagal lolos dari fase grup usai kalah di seluruh laga kontra Uzbekistan, Uni Arab Emirate, dan Australia.

Hal yang sama juga ditunjukkan Timnas U-23 di ajang Asian Games 2014. Meski berhasil memenuhi target usai lolos dari fase grup, skuat asuhan Aji Santoso berhasil meraih target yang telah ditetapkan, namun mereka gagal meraih trofi usai tersingkir di babak 16 besar.

Timnas U-23 kala itu menyerah 1-4 dari Korea Utara di babak 16 besar.

Di tingkat senior, Timnas juga gagal meraih trofi di Piala AFF 2014. Skuat asuhan Alfred Riedl ini tidak mampu lolos dari fase grup usai kalah dari Filipina, bermain imbang dengan Vietnam, dan menang dari Laos.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Antonius Hermanto, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan