Bedah Kekuatan Persib vs Persipura di Final ISL 2014

Bentrok dua kekuatan dari barat dan timur Indonesia di Final ISL 2014 ini akan menarik karena bakal ada adu kualitas di semua lini.

Diterbitkan 06 November 2014, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Terbukti, Persipura hanya kebobolan 6 gol di babak 8 besar. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu kebobolan 6 gol di babak perempat final, paling sedikit di antara kontestan grup lainnya. Musim ini pemain asal Kamerun itu telah bermain 17 kali dan telah menciptakan dua gol serta telah mendapat kartu kuning selama 1526 menit

Sedangkan, kubu Persib Bandung masih akan tetap mengandalkan Vladimir Vujovic di sektor pertahanan. Vujovic ikut menghidupkan peluang Maung Bandung ke semifinal. Vujovic mencetak gol telat untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 ketika Persib vs Arema.

Selain kuat di lini pertahanan, Vujovic rajin membantu serangan. Terbukti, musim ini dia telah menciptakan enam gol dari 26 pertandingan. Dia bermain 2361 menit mengantongi 5 kartu kuning.

Tentu mereka tidak bisa bermain maksimal tanpa bantuan gelandang bertahan...selanjutnya untuk membaca ulasan duel gelandang bertahan

Hariono vs Lim Jun-sik

Hariono vs Lim Jun-sik

Sebagai gelandang 'pengangkut air', Hariono siap menjadi tulang punggung di lini tengah untuk mengatur transisi permainan tim. Selain pekerja keras, Hariono tidak segan menebas kaki untuk mencegah pemain lawan leluasa bermain di barisan pertahanan Persib.

Pilihan sang pelatih Djadjang Nurdjaman kemungkinan besar akan menampilkan Hariono sebagai starter di barisan tengah. Opsi menurunkan Taufiq bisa dikesampingkan karena manta pemain Persebaya 1927 itu kurang maksimal ketika menghadapi Arema Cronus di semifinal. Musim 2014 ini, Hariono sudah mengoleksi empat kartu kuning dan satu kartu merah. Indikasi itu menunjukkan, dia tidak segan-segan bermain keras guna menghadang lawan.

Mantan pemain Deltras Sidoarjo itu akan mendapatkan perlawanan dari Lim Jun-sik; gelandang bertahan Persipura. Pemain asal Korea Selatan itu memiliki peran vital. Terbukti, ketika Lim Jun-sik tidak dimainkan, Persipura takluk 0-1 dari Semen Padang.

Musim 2014, gelandang berusia 33 tahun ini turut menyumbangkan satu gol di Piala AFC saat Persipura ditumbangkan 2-3 Al Kuwait. Namun di ISL, dia belum mampu menyumbangkan gol musim ini. Meski begitu, Lim Jun-sik memiliki kreativitas untuk mengembangkan alur serangan Persipura.

Gelandang serang ikut menentukan sukses untuk mendukung barisan pertahanan siapa saja mereka, lanjutkan membaca

Makan Konate vs Immanuel Wanggai

Makan Konate vs Immanuel Wanggai

Tidak dapat dipungkiri, bila sukses Persib Bandung musim ini tidak dapat dipisahkan dari sosok pemain asal Mali, Makan Konate. Mantan pemain PSPS Pekanbaru dan Barito Putera itu menjadi nyawa Maung Bandung di musim ini. Visi serangan Konate membuat permainan Persib menjadi lebih hidup.

Konate juga menjadi tokoh penting di balik sukses Persib melaju ke partai pamungkas ISL. Ketika menghadapi Arema Cronus di semi final, Konate memberikan dua assist dan satu gol. Sepanjang musim ini, Konate juga menjadi andalan pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman. Makan mengantongi jam terbang 2.422 menit.

Pemain 22 tahun itu akan beradu cerdik di lini tengah dengan gelandang box-to-box Persipura Jayapura, Emmanuel Wanggai. Peran Wanggai membuat performa Persipura semakin terlihat karena dibantu lima gelandang berpengalaman Persipura seperti Lim Jun-sik dan Robertino Pugliara.

Dan striker menjadi aktor utama pertandingan ini..selanjutnya

Ferdinand Sinaga vs Boaz Solossa

Ferdinand Sinaga vs Boaz Solossa

Duet bomber terbaik di Indonesia, Ferdinand Sinaga dan Boaz Solossa bakal saling beradu ketajaman di barisan depan tim masing-masing. Khusus Boaz, barisan pertahanan Persib perlu waspada karena pemain langganan Timnas Indonesia itu kembali menunjukkan tajinya. Boaz dua kali menjebol gawang Pelita Bandung Raya di babak semifinal.

Sedangkan di kubu Persib, Maung Bandung masih akan mengandalkan Ferdinand Alferd Sinaga. Meski tidak mencetak gol ketika menghadapi Arema Cronus di semifinal, Ferdinand menjadi juru gedor yang pantas diperhitungkan.

Dari statistik yang dilansir LabBola, Ferdinand mampu melepaskan rata-rata 2,6 tembakan di setiap pertandingan. Akurasi tembakan Ferdinad juga menyentuh 48%. Tidak heran bila mantan pemain Semen Padang itu mampu menghasilkan 11 gol dari 21 penampilan di Persib musim ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Antonius Hermanto, Muhammad Ridwan, Risa Kosasih, Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan