Rexy: Dahulu Kita Terlalu Manjakan Pemain Senior

"Dahulu kita terlalu memanjakan senior dan lupa untuk membina pemain di bawah mereka," ujar Rexy

Diterbitkan 05 Maret 2014, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Zaman dahulu Indonesia selalu mengandalkan nama Taufik Hidayat di sektor tunggal putra di setiap turnamen baik itu Thomas Cup ataupun Oliampiade.

Alhasil, Taufik mampu meraih emas Olimpiade Athena 2004 dan menjadi tulang punggung Indonesia.

Namun, hal itu tentu menjadi bumerang bagi prestasi bulutangkis Indonesia saat ini. Setelah Taufik gantung raket, tunggal putra Indonesia seakan kehilangan giginya di setiap turnamen baik itu perseorangan di Super Series atau beregu seperti Thomas Cup dan Sudirman Cup.

Terkait masalah ini, pelatih bulutangkis Indonesia, Rexy Manaiky mengatakan jika pada masa lalu para pemain senior terlalu dimanjakan.

Hal itu berakibat tidak ada regenerasi dan Indonesia seakan terlena akan gelar juara dari para pemain senior.

"Kita dahulu terlena dengan prestasi para senior yang menjadi juara seperti Taufik menjadi juara atau Markis Kido juara dan tidak memikirkan regenerasi. Karena dahulu kita terlalu memanjakan senior dan lupa untuk membina pemain di bawah mereka," ujar Rexy di Kantor PB PBSI, Rabu (5/3/2014).

"Saat itu, kita lupa dengan pemain junior yang siap pakai padahal kita mempunyai pemain yang sebenarnya memiliki kualitas bagus tapi karena tak dipakai pada akhirnya mereka menyerah," tambahnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone

Jefry LeonardTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan