Perkuat Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja, BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB Periode 2026–2028

BRI dan Serikat Pekerja BRI menandatangani PKB 2026-2028 untuk memperkuat hubungan industrial, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja.

Diterbitkan 07 September 2026, 08:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2028 bersama Serikat Pekerja BRI.

Penandatanganan PKB berlangsung di Menara BRILiaN BRI, Jakarta, Rabu (19/8), dengan disaksikan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli.

PKB periode 2026–2028 ditandatangani oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan Ketua Umum Serikat Pekerja BRI Satrio Arief Pambudi. Kesepakatan tersebut menjadi pijakan bersama bagi Manajemen dan Pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sekaligus mempererat kolaborasi.

Selain itu, PKB tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan transformasi dan pertumbuhan BRI. Kesepakatan ini juga menjadi landasan penting dalam menyelaraskan kepentingan Perusahaan dengan Pekerja.

PKB Jadi Fondasi Transformasi BRI

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa Serikat Pekerja merupakan mitra strategis Manajemen dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis sekaligus mendukung agenda transformasi Perusahaan. Menurutnya, PKB menjadi salah satu fondasi penting dalam menyelaraskan kepentingan Perusahaan dan Pekerja.

“Hubungan industrial yang sehat dan harmonis menjadi bagian penting dari transformasi BRI. Melalui PKB ini, kita ingin memastikan peningkatan kinerja dan daya saing perusahaan berjalan seiring dengan pengembangan, pelindungan, dan kesejahteraan seluruh Insan BRILiaN,” ujar Hery.

Hery menambahkan, Manajemen dan Serikat Pekerja memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan BRI terus tumbuh secara sehat, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus menciptakan kesempatan serta kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh Insan BRILiaN. Untuk itu, implementasi PKB membutuhkan kolaborasi, rasa saling percaya, dan komitmen seluruh insan BRI.

Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan yang Produktif

Pada kesempatan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli menyampaikan bahwa hubungan industrial yang harmonis merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Hubungan industrial yang harmonis salah satunya tercermin dari komitmen terhadap PKB. Serikat Pekerja senantiasa menjadi mitra strategis Perusahaan dalam jangka panjang sehingga tercapai hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan menciptakan nilai bersama yang berkelanjutan,” kata Yassierli.

Penandatanganan PKB BRI periode 2026–2028 menjadi wujud komitmen bersama antara Manajemen dan Pekerja untuk terus memperkuat hubungan industrial sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan Perusahaan. Melalui semangat kolaborasi dan kebersamaan, BRI optimistis seluruh Insan BRILiaN dapat terus beradaptasi, meningkatkan kapabilitas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perusahaan, masyarakat, dan negara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6